Beranda Lifestyle Ini Fakta Video Viral Belatung

Ini Fakta Video Viral Belatung

267
BERBAGI
Video Viral Anak Madiun

Teleskopnews.com – Dokter Boyke Dian Nugraha mengungkap sejumlah fakta tentang video viral Belatung, berikut sejumlah faktanya.

Menurutnya, belatung tidak mungkin berada dalam vagina wanita yang kondisi tubuhnya masih hidup.

Itupun bisa terjadi pada orang yang sudah mati.

Belatung tidak mungkin tumbuh di jaringan hidup. Penyakit-penyakit infeksi, seperti sifilis atau kencing nanah misalnya, menurutnya tidak pernah menyebabkan ada belatung.

Pendapat senada dr Wisnu Setyawan, SpOG(K), dari Morula IVF Tangerang. Menurutnya, belatung hanya hidup di jaringan yang mati, bukan jaringan masih sehat.

Kalaupun ada organisme hidup di vagina, dr Wisnu menjelaskan cacing kremi lebih mungkin ada di tempat itu. Parasit ini hidup di saluran pencernaan.

Dan saat dewasa bisa keluar melalui anus. Terkadang, dalam prosesnya ada yang berpindah masuk vagina. “Namanya oxyuris vermicularis. Tapi ini jarang,” terang dr Wisnu.

Terkait dengan respons netizen yang mengaku ketakutan, dengan adanya fakta video viral belatung tersebut, psikolog klinis Veronica Adesla menyarankan untuk menggunakan akal sehat.

Tanpa ada kejelasan ilmiah, maka video tersebut tidak ubahnya seperti film horror, yang sengaja di buat atau di rekayasa. Karenanya, tidak ada yang perlu di takutkan.

Tidak kalah penting, Vero yang juga Co-Founder Ohana Space mengingatkan untuk tidak ikut-ikutan men share atau membagikan video yang tidak jelas kebenarannya tersebut.

Kepo boleh, tetapi sebaiknya berhenti di tangan masing-masing. Karena tidak ada pentingnya menonton atau membagikan video belatung viral Tiktok tersebut.

Apa pentingnya melihat (video) itu? Itu pertanyaan pertama. Apa faedahnya melihat itu? Misalnya ternyata cuma membuat tidak nyaman begitu setelah d ibahas.

Kemungkinannya juga nggak mungkin itu bisa terjadi. Cuma membuat orang yang posting semakin dapat sorotan. Ngapain berkontribusi untuk hal seperti itu?

Veronica mengingatkan kepada pengguna media sosial untuk memberikan kontribusi positif dan tidak berkontribusi negatif dan tidak menididik.