Dumai

Fraksi Gerindra Dumai Soroti Fluktuasi TBS, Minta Petani Tetap Tenang

DUMAI – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah di Riau disebut mulai mengalami penurunan pasca pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana penerapan sistem ekspor sawit satu pintu melalui BUMN. Kondisi tersebut memunculkan berbagai kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para petani sawit.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Dumai, Junjung Mangatas Simorangkir, meminta masyarakat dan petani agar tidak terburu-buru menyimpulkan kebijakan tersebut sebagai ancaman bagi sektor sawit rakyat.

Menurut Junjung, langkah yang diambil pemerintah pusat justru bertujuan memperkuat tata kelola industri sawit nasional agar lebih transparan, sehat, dan berpihak kepada petani.

“Kebijakan Presiden ini murni demi menutup kebocoran yang selama ini diduga dimanfaatkan oleh tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan tata kelola yang lebih baik, kesejahteraan petani justru diharapkan semakin meningkat,” ujar Junjung.

Ia menegaskan, Fraksi Gerindra DPRD Kota Dumai berkomitmen untuk terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan sektor perkebunan sawit agar implementasinya tidak merugikan masyarakat kecil, khususnya petani.

Hal tersebut juga dituangkan dalam poster kampanye bertajuk “Kawal Kebijakan, Demi Kelancaran. Petani Sawit Tidak Sendiri!” yang menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap petani sawit di tengah dinamika industri dan fluktuasi harga TBS.

Junjung menilai penguatan pengawasan dan pembenahan tata niaga sawit sangat penting agar keuntungan industri sawit benar-benar dirasakan oleh petani sebagai ujung tombak produksi.

“Suara petani adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus mengawal agar kebijakan yang dibuat pemerintah berjalan tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan ketat terhadap praktik usaha dan tata niaga sawit yang dinilai dapat merugikan petani, termasuk potensi permainan harga di tingkat pabrik maupun tengkulak.

Menurutnya, sektor sawit selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di Provinsi Riau, termasuk Kota Dumai. Karena itu, stabilitas harga dan keberlanjutan usaha petani harus menjadi perhatian bersama.

“Petani sawit tidak sendiri. Negara harus hadir untuk memastikan petani tetap kuat, sejahtera, dan mendapatkan keadilan,” tutupnya.

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPC Gerindra Dumai Johannes MP Tetelepta Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

DUMAI – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta, atau yang akrab…

4 minggu ago

Ratusan Massa TUAH Dumai Sampaikan Aspirasi di Tiga Instansi, Soroti Polemik TKBM dan Desak Penyelesaian

DUMAI - Ratusan massa yang tergabung dalam Tegak Untuk Amanah dan Harga Diri (TUAH) Dumai…

4 minggu ago

Bulan Seni Rakyat Kembali Aktif sebagai Wadah Seni dan Budaya Kota Dumai

Dumai, 20 Juni 2026 – Bulan Seni Rakyat (BUSER) sebuah wadah seni dan budaya yang…

1 bulan ago

LHMB Kota Dumai Layangkan Teguran Resmi kepada Management City Mall Dumai, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

H DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai secara resmi melayangkan surat teguran…

1 bulan ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Cabai di Jalan Bintan

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Bob…

1 bulan ago

LHMB Desak PT Mayatama Solusindo Ganti Rugi Warga dan Audit Kerja Sama Provider Internet

DUMAI – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menggelar…

1 bulan ago