Ekonomi

Harga Kripto Hari ini Melemah

Korea Selatan Alami Kenaikan Keluhan Terkait Bursa Kripto

Sebelumnya, adopsi kripto saat ini meningkat lebih tinggi karena kapitalisasi pasar kripto secara global naik hingga USD 3 triliun atau sekitar Rp 43 kuadriliun pada November 2021.

Namun, dengan peningkatan adopsi cryptocurrency, sejalan dengan peningkatan keluhan tentang pertukaran kripto yang mulai terlihat di berbagai negara, salah satunya Korea Selatan.

Di lansir dari Yahoo Finance, Jumat, 11 Februari 2022, laporan dari agensi lokal terbaru menunjukkan ada lonjakan 7,7 kali dalam jumlah keluhan pelanggan yang di ajukan terhadap empat bursa kripto terbesar Korea Selatan pada 2021.

Hal tersebut sejalan dengan tren warga negara tersebut dalam mengikuti kegilaan kripto global. Selanjutnya, penambangan kripto juga mengalami peningkatan yang cukup besar.

Data pengaduan diajukan oleh Badan Konsumen Korea ke kantor MP Lee Joo-hwan dari Partai Kekuatan Rakyat oposisi. Data yang tercatat menunjukkan total terdapat 232 keluhan konsumen formal yang diajukan ke agensi tahun lalu dari pelanggan dari empat bursa yaitu Upbit, Coinone, Korbit, dan Bithumb.

Jumlah tersebut meningkat tajam dari hanya 24 kasus pada 2019 dan 30 kasus pada 2020. Khususnya, sebagian besar pengaduan di ajukan terhadap Coinone sebesar 130 kasus, di ikuti oleh Upbit dengan 74 kasus, Bithumb dengan 17 kasus, dan Korbit dengan 11 kasus.

Menariknya, meskipun alami peningkatan keluhan. Selama setahun terakhir justru terjadi peningkatan tajam dalam jumlah pengguna bursa yang di sebutkan di atas.

Meningkatnya keluhan di kuatkan dengan peningkatan volume perdagangan dan pengguna di bursa. Pada akhir 2021, gabungan 12,02 juta pelanggan yang menghasilkan lebih dari 23 persen populasi negara membuat dompet digital di empat platform perdagangan.

Selain peningkatan keluhan, terlihat juga peningkatan jumlah orang yang sekarang menambang kripto di negara tersebut. Ini terjadi meskipun perusahaan energi nasional tahun lalu menaikkan harga listrik untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

Data menunjukkan sementara hanya 28 pengiriman rig penambangan dilaporkan pada 2020, jumlah ini naik menjadi 453 pengiriman pada 2021. Peningkatan penambangan rumah telah terjadi meskipun sumber daya energi konvensional hampir tidak ada di negara ini.

Khususnya, sejak 2017 penambang rumah telah menghabiskan lebih dari USD 50,2 juta untuk impor rig di Korea Selatan. Namun, penambang bisa menghadapi tarif listrik yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

 

Sumber: Liputan6

Page: 1 2

Redaksi

Recent Posts

Sidang Abdul Wahid, Saksi Sebut Pergeseran Anggaran Pemprov Riau Telah Sesuai Regulasi

PEKANBARU - Mekanisme pergeseran anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau diklaim telah melewati tahapan formal…

1 hari ago

Polda Riau Dalami Dugaan Penghinaan Tokoh Adat di Pekanbaru

PEKANBARU - Polda Riau tengah mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap tokoh adat Melayu Riau yang…

1 hari ago

Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

DUMAI - Gerakan penguatan ketahanan pangan terus dilaksanakan di Kota Dumai Khususnya Kecamatan Dumai Kota…

1 hari ago

3.981 JCH Riau Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

BATAM - Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH…

3 hari ago

Anggota DPRD Riau Abdullah, Upayakan Ketersediaan BBM di Pekanbaru dan Pelalawan

PEKANBARU - Anggota DPRD Riau, Abdullah, melakukan peninjauan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar pada…

3 hari ago

Pemprov Riau Tampung Aspirasi Pekerja May Day 2026

PEKANBARU - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Provinsi Riau berlangsung dengan nuansa…

3 hari ago