PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali terpantau tinggi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat 98 hotspot tersebar di sejumlah provinsi pada Selasa (28/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang menyampaikan, pemantauan satelit menunjukkan sebaran titik panas cukup merata dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 98 titik yang tersebar di beberapa provinsi,” ujar Elisa.
Berdasarkan pemantauan tersebut, Sumatera Selatan mencatat angka tertinggi dengan 34 hotspot, disusul Aceh 21 titik dan Riau 18 titik.
Rinciannya, Aceh 21 titik, Jambi 14 titik, Bengkulu 4 titik, Lampung 3 titik, Sumatera Selatan 34 titik, Sumatera Barat 2 titik, Sumatera Utara 1 titik, Kepulauan Riau 1 titik dan Riau 18 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran titik panas terpantau di lima daerah. Kota Dumai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Rinciannya, Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Siak 4 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik.
Konsentrasi hotspot di sejumlah kabupaten/kota ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tidak segera diantisipasi.
Munculnya puluhan hotspot di wilayah Sumatera menunjukkan perlunya kewaspadaan dini, terutama di daerah dengan riwayat karhutla.
Pemantauan intensif serta kesiapsiagaan lintas sektor dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Data hotspot dari satelit biasanya menjadi indikator awal potensi kebakaran, sehingga langkah pencegahan menjadi kunci utama. **
DUMAI – Di balik wajah Kota Dumai yang bersih dan nyaman, terdapat dedikasi para petugas…
DUMAI – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Bergizi yang dicanangkan pemerintah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai…
DUMAI , 27 July 2026— Polemik keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR)…
DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah, Polsek Kawasan…
DUMAI — Batas waktu 10 hari untuk menjawab permintaan data laporan Forum Tanggung Jawab Sosial…
DUMAI – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta, atau yang akrab…