Categories: Rohil

Haru, Tarima Br. Nainggolan Meneteskan Air Mata Saat Proses Pemasangan Plang Dilahan Miliknya

Rohil – Tangisan pecah disaat tim Tarima Br. Nainggolan didampingi oleh tim Advokasinya tiba dilahan yang diyakini milik Tarima ketika memasang plang nama pemilik lahan tersebut Selasa 15/12/2020.

Bagaimana tidak, lebih kurang 6 (enam) tahun Istri dari Alm. Jamada Situmorang ini tidak dapat menikmati hasil dari kebun yang ia tanam sendiri lantaran diyakini diserobot oleh sekelompok orang yang mengaku telah membeli lahan tersebut.

Anak ketiga Tarima tidak henti-hentinya menenagkan sang ibu yang terus menitikan air mata sambil berkata ” bapak ini ladang kita, kalau bapak masih hidup betapa bahagianya kami. Kita sudah menang bapak, ini yang kita tanam bersama-sama dulu. Tenang lah bapak disurga,” rintih Tarima mengenang suaminya yang telah dipanggil sang kuasa 3 tahun silam.

Salah seorang anak Tarima Br. Nainggolan ketika menceritakan kisah mereka tepat dihalaman rumah yang dibangun Alm. Jamada Situmorang

 

Semenjak lahan seluas 500 hektar ini jatuh ketangan sekelompok Masyarakat yang mengaku telah membelinya, Tarima mengatakan sangat menderita disebabkan hanya lahan ini lah sumber mata pencarian ia dan anak-anak nya.

Salah seorang dari anak Tarima mengisahkan betapa pilunya kondisi yang mereka alami untuk mengusir ia dan keluarga keluar dari lahan kebun dari pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik kebun tersebut.

” Kalau ku ingat yang kami alami dulu bang, sudah seperti jaman penjajahan bang. Almarhum bapak ku sampai diserer-seret, abg ipar ku diancam dengan senjata tajam dan banyak lagi bang. Hanya untuk mengusir kami dari sini,” terangnya

Saat proses pemasangan plang nama pemilik lahan, pihak Tarima sempat bersitegang dengan kelompok Masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut. Hingga pemasangan plang nama usai.

Sardo Mariada Manullang SH. MH selaku ketua tim Advokasi Tarima Br. Nainggolan mengatakan pemasangan plang ini merupaka bentuk perlawanan terhadap ketidak adilan.

” Kita pasang plang ini sebagai tanda perlawanan kita terhadap ketidak adilan dari kelompok-kelompok yang mengaku sebagai pemilik, padahal tidak lain hanya penggarap,” tutur Sardo

“Dan satu lagi, kita telah kembali melaporkan beberapa case ditahun 2016,2017,2019 lalu ke polres Rokan Hilir,” tambah Sardo yang kala itu juga didampingi Adi Hermawan SH serta Dwi Setiarini SH, CPCLE sebagai Tim kuasa hukum Tarima Br. Nainggolan.(Tim)

Redaksi

Recent Posts

Akun Bodong Diduga Sebar Fitnah dan Serang Nama Baik Sejumlah Pihak, Kapolda Riau Didorong Segera Mengusut Siapa Dibalik Akun Tersebut

ROKAN HILIR, Jumat 15 Mei 2026 – Maraknya akun bodong di media sosial kini semakin…

2 hari ago

Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar

BANGKINANG – Tim Gabungan bersama masyarakat sampai hari Jum’at (15/05/2026) pagi ini masih terus melakukan…

2 hari ago

Disdik Riau Tegaskan Dilarang Tahan Ijazah SMA/SMK, Siapkan Solusi Tunggakan Lewat Baznas

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) secara tegas melarang seluruh satuan pendidikan…

2 hari ago

DJP Riau Sita 16 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp2,95 Miliar

PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau menyita 16 aset milik wajib…

2 hari ago

Modus Ngaku Kunjungi Saudara, Penyelundupan PMI Ilegal di Dumai

DUMAI - Penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia kembali berhasil digagalkan oleh…

2 hari ago

Tanaman Cabai Warga Bintan Dipantau Bhabinkamtibmas Demi Ketahanan Pangan

DUMAI – Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bintan, Polsek Dumai Kota, AIPTU…

2 hari ago