Dumai

Hildawati Dosen STIA Dumai Raih Hibah BIMA 2026

DUMAI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi asal Kota Dumai di kancah nasional hingga internasional. Hildawati, S.Sos., M.Si., (Cand) Ph.D., dosen tetap Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lancang Kuning Dumai, berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Hildawati dinyatakan lolos melalui skema Penelitian Fundamental Reguler, salah satu program pendanaan riset paling kompetitif di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIA Lancang Kuning Dumai.

Dalam proposalnya, Hildawati mengangkat isu strategis terkait inklusivitas layanan digital dengan judul penelitian “Integrasi Assistive Technology Compatibility dalam Extended UTAUT: Komparasi Adopsi E-Government pada Penyandang Disabilitas Sensorik Indonesia dan Malaysia.”

Penelitian ini berfokus pada evaluasi aksesibilitas layanan e-government bagi penyandang disabilitas sensorik, sekaligus mengembangkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) agar lebih adaptif dan inklusif.

“Penelitian ini kami rancang untuk melihat sejauh mana layanan digital pemerintah benar-benar dapat diakses oleh kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas sensorik,” ujar Hildawati, Senin, 13 April 2026.

Ia menambahkan, riset tersebut tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata dalam perumusan kebijakan publik yang lebih inklusif.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah, baik di Indonesia maupun Malaysia, dalam merancang sistem layanan digital yang inklusif dan tidak meninggalkan siapa pun,” tambahnya.

Riset ini juga melibatkan kolaborasi internasional. Saat ini, Hildawati tengah menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universitas Utara Malaysia (UUM), sekaligus menggandeng akademisi dari negara tersebut sebagai mitra penelitian.

Tim peneliti turut diperkuat oleh Dila Erlianti, S.Sos., M.Si., dari STIA Lancang Kuning Dumai, serta Arifin, B.BA., M.EC., dari Universitas Prima Indonesia. Sementara itu, Dr. Muslimin Bin Wallang dari Universitas Utara Malaysia berperan sebagai mitra dalam studi komparatif Indonesia–Malaysia.

Menurut Hildawati, kolaborasi lintas negara ini menjadi nilai tambah penting dalam memperkaya perspektif penelitian, terutama dalam membandingkan kebijakan dan implementasi e-government di kedua negara.

“Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan kajian yang lebih komprehensif dan aplikatif bagi pengembangan kebijakan digital yang inklusif,” jelasnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para akademisi, khususnya di lingkungan STIA Lancang Kuning Dumai dan perguruan tinggi di Provinsi Riau, untuk terus berinovasi dan berkompetisi dalam meraih pendanaan riset di tingkat nasional maupun internasional. **

sumber: RRI CO.ID

Ahmad 123

Recent Posts

Bareskrim Tangkap Kurir Jaringan Malaysia di Riau, Sabu 21 Kg Disita

BENGKALIS - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap kurir narkoba jaringan Malaysia di…

18 jam ago

Disdik Riau Tegas Larang Sekolah Tahan Ijazah Siswa

PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau resmi mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang seluruh satuan pendidikan…

18 jam ago

Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Digeledah Kejati Riau, Ini Kasusnya

DUMAI - Sejumlah ruang kerja di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelabuhan…

18 jam ago

Dugaan Penculikan Anak,, Polisi: Yang Ambil Mamanya, Kami Dalami

PEKANBARU - Dugaan penculikan anak terjadi di Riau. Penangkapan terduga pelaku dilakukan Satuan Patroli Jalan…

18 jam ago

Polresta Dumai Gelar Razia THM Jaga Kamtibmas

DUMAI - Jajaran Polresta Dumai melaksanakan razia gabungan di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) pada…

2 hari ago

Pemprov Riau Pastikan Bonus Atlet Tetap Dibayarkan

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak para pejuang olahraga yang…

2 hari ago