Kandidat Ketum Kohati PB HMI Soroti Tingginya Kasus Stunting di Indonesia

http://Teleskopnews.com Jakarta – Wasekjen Korps HMI-Wati (KOHATI) Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI), Octy Avriani Negara yang menyampaikan pandangannya terkait stunting pada anak-anak Indonesia.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Permasalahan klasik yang disebutnya sebagai problem kemanusiaan modern ini, mengusik nalar aktivisme Octy ketika mengetahui data jumlah kasus Stanting anak Indonesia yang mencapai 1,3 juta setiap tahunnya.

Octy Avriani Negara Kandidat Ketua Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI Yang Sekaligus Pengarang Buku “Menuntaskan Janji”

“Sulit untuk mengabaikan kabar buruk yang sejak lama berkontribusi terhadap rendahnya kualitas SDM Indonesia ini. Saya kira angka stunting akan terkait erat dengan Indeks pembangunan Manusia (IPM),” ungkap Octy kepada rekan media di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Mahasiswa pasca sarjana STIE Swadaya Jakarta ini juga meyakini bahwa, tingginya angka stunting juga saling mempengaruhi secara langsung dengan angka pengangguran dan tingkat kemiskinan.

“Karena secara kumulatif, hampir bisa dipastikan bahwa penyebab utama penyakit sosial ini adalah diakibatkan oleh tingkat kemiskinan. Dan dalam jangka panjang, anak yang stunting cenderung sulit untuk tumbuh dan berkembang sesuai standart SDM yang unggul,” urai wanita berdarah melayu itu.

Meskipun, tambah Octy, Pemerintah telah menyusun lima strategi nasional untuk percepatan penurunan angka stunting dan pencegahannya, namun ego sektoral lintas kementrian dan lembaga dinilai masih menjadi kendala san penghambat yang serius.

“Masih terdapat perbedaan pelaksanaan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Sangat disayangkan urusan krusial seperti stunting justru tidak dijadikan prioritas pemerintah”, kata Octy.

Pemerintah, ungkap Octy, harus menunjukan keseriusannya dalam menangani masalah ini, terutama bagi Kementerian dan lembaga terkait. Baik kementerian sosial, kementerian kesehatan dan kementerian dibawah koordinasi kementerian koordinator pembagunan manusia dan kebudayaan (PMK).

“Masyarakat harus dilibatkan dan diberikan akses terhadap makanan bergizi dan mendorong ketahanan pangan. Terutama di tengah pandemi Covid-19 ini”, ujarnya.

Lebih lanjut, Octy menerangkan bahwa, gaya hidup generasi millennial saat ini cenderung tidak sehat. Sebagai generasi yang produktif, maka para remaja harus memiliki pengetahuan mengenai hidup sehat agar dapat melahirkan generasi yang unggul.

“Kohati PB HMI harus menjadi bagian strategis dari agenda kemanusiaan ini. Indonesia butuh Solusi yang memanusiakan, dan saya percaya dalam konteks ini Kohati memiliki infrastruktur pemberdayaan kualitas perampuan yang telah teruji waktu,” tutupnya.

Seperti diketahui, dampak stunting umumnya terjadi disebabkan kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Tahun 2015 Indonesia tertinggi ke-2 dibawah Laos untuk jumlah anak stunting.

Sedangkan Indonesia, merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting.

Redaksi

Recent Posts

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

2 minggu ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

3 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

3 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

3 minggu ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

4 minggu ago

Erwin Komeng Tokoh Masyarakat Lepin Berikan Apreasiasi Sebesarnya Kepada Polres Terkait Balapan Liar

DUMAI - Terkait dengan aksi balapan liar di Jalan Sudirman yang sangat meresahkan penguna jalan…

4 minggu ago