Dumai

Karhutla Lahan Gambut di Dumai Belum Aman, BPBD Wanti-wanti Api Bisa Muncul Kembali

DUMAI – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan daerah rawan gambut di Kota Dumai.

Api yang melalap semak belukar seluas sekitar satu hektare di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, sejak Rabu (14/1/2026), hingga Kamis (15/1/2026) dilaporkan masih berpotensi menyala kembali.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif selama dua hari terakhir.

Fokus utama diarahkan pada pendinginan menyeluruh mengingat karakteristik lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

Kalaksa BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan gambut, sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan pengawasan berkelanjutan.

“Semak belukar yang terbakar berada di lahan gambut. Karena itu, pendinginan harus dilakukan lebih lama agar api tidak muncul kembali,” ujar Wahyu, Kamis (15/1/2026).

Ia mengakui, proses penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau.

Selain itu, faktor cuaca seperti angin kencang berpotensi memicu api kembali menyala meski pemadaman telah dilakukan.

“Kendalanya pada akses menuju lokasi. Untuk sumber air sebenarnya tersedia, tetapi angin kencang bisa membuat api muncul lagi,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan jangka pendek dan menengah, BPBD Dumai mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Sosialisasi kepada masyarakat dinilai krusial, khususnya terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Harus ada kerja sama semua lini agar pemetaan dan antisipasi Karhutla di Dumai bisa dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca panas, dengan tidak melakukan pembakaran di area perkebunan maupun semak belukar. Menurutnya, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan risiko Karhutla berulang.

“Kami minta doa dari masyarakat agar Karhutla ini benar-benar padam. Mudah-mudahan hujan deras segera mengguyur Dumai sehingga titik-titik panas bisa padam sepenuhnya,” pungkasnya.**

 

Sumber: tribunpekanbaru.com

Ahmad 123

Recent Posts

Ketua DPC Gerindra Dumai Johannes MP Tetelepta Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

DUMAI – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta, atau yang akrab…

4 minggu ago

Ratusan Massa TUAH Dumai Sampaikan Aspirasi di Tiga Instansi, Soroti Polemik TKBM dan Desak Penyelesaian

DUMAI - Ratusan massa yang tergabung dalam Tegak Untuk Amanah dan Harga Diri (TUAH) Dumai…

4 minggu ago

Bulan Seni Rakyat Kembali Aktif sebagai Wadah Seni dan Budaya Kota Dumai

Dumai, 20 Juni 2026 – Bulan Seni Rakyat (BUSER) sebuah wadah seni dan budaya yang…

1 bulan ago

LHMB Kota Dumai Layangkan Teguran Resmi kepada Management City Mall Dumai, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

H DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai secara resmi melayangkan surat teguran…

1 bulan ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Cabai di Jalan Bintan

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Bob…

1 bulan ago

LHMB Desak PT Mayatama Solusindo Ganti Rugi Warga dan Audit Kerja Sama Provider Internet

DUMAI – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menggelar…

1 bulan ago