Siak

Kemen PPPA Kawal Kasus Tewasnya Siswa SMP Akibat Ledakan Alat Sains di Siak

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bergerak cepat memantau penanganan kasus tragis yang menimpa seorang siswa SMP di Kabupaten Siak, Riau.

Korban berinisial MA (15) dilaporkan tewas akibat ledakan alat menyerupai senjata api rakitan saat melakukan uji coba di sekolah.

Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Indra Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan UPTD PPA Kabupaten Siak, Polres Siak, dan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan kasus ini ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Indra menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan pendampingan psikologis kepada pihak-pihak terdampak.

UPTD PPA Siak telah melakukan penguatan mental kepada keluarga korban serta teman-teman sekolah yang menjadi saksi mata dalam peristiwa memilukan tersebut.

“Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) telah mengawal kasus tersebut serta berkoordinasi dengan Polres Siak dan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan setempat,” ujar Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Kementerian PPPA juga mendorong agar proses hukum tetap berjalan transparan demi memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban.

Ledakan Energi BigBang di Panggung Coachella 2026 Obati Kerinduan Fans
10 Universitas Terbaik di Sumatera 2026 Versi UNIRANKS, USU Peringkat Teratas
Hal ini dilakukan agar tidak muncul stigma negatif terhadap anak di tengah masyarakat.

Indra menegaskan dukungan penuh kementeriannya terhadap pendalaman kasus ini berdasarkan kebijakan dan peraturan perundangan yang berlaku.

“Kementerian PPPA mendukung pendalaman kasus ini agar ke depannya tidak terjadi lagi peristiwa serupa,” tambahnya.

Insiden berdarah ini terjadi pada Rabu, 8 April 2026, di sebuah SMP swasta di Siak. Kejadian bermula saat korban dan rekan-rekannya mengerjakan tugas mata pelajaran sains untuk membuat sebuah alat peraga.

Namun, alat yang mereka ciptakan justru menyerupai senapan dan diduga menggunakan mekanisme yang memicu ledakan.

Saat korban berinisiatif melakukan uji coba mandiri di sekolah sebelum menyerahkannya kepada guru, alat tersebut meledak dan mengenai bagian kepala hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, alat tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diuji coba di rumah dan berfungsi normal.

Rencana awal penyerahan tugas pada 8 April terpaksa tertunda karena guru pendamping sedang bertugas mengawasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sekolah lain.

Nahas, inisiatif korban untuk melakukan uji coba terakhir di lingkungan sekolah justru berujung maut, yang kini menjadi perhatian serius otoritas perlindungan anak nasional. **

Ahmad 123

Share
Published by
Ahmad 123

Recent Posts

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

5 hari ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

1 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

1 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

2 minggu ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

2 minggu ago

Erwin Komeng Tokoh Masyarakat Lepin Berikan Apreasiasi Sebesarnya Kepada Polres Terkait Balapan Liar

DUMAI - Terkait dengan aksi balapan liar di Jalan Sudirman yang sangat meresahkan penguna jalan…

2 minggu ago