Siak

Pelabuhan Tanjung Buton Siak Lumpuh, 500 KK Terancam Menganggur Jelang Ramadan

SIAK – Runtuhnya trestel Pelabuhan Tanjung Buton di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau, menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat sekitar.

Sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) dari tiga kampung menggantungkan hidup pada aktivitas pelabuhan yang kini terhenti total.

Penghulu Kampung Rawa Mekar, Zulfen Heri, mengatakan sebagian besar warga yang terdampak bekerja sebagai buruh pelabuhan dan tenaga bongkar muat.

Selain warga Rawa Mekar, buruh tersebut juga berasal dari dua kampung lain di sekitar kawasan industri.

“Kami sangat cemas dengan kondisi ini. Ada sekitar 500 KK yang hidupnya bergantung langsung pada pelabuhan. Sejak trestel runtuh, mereka kehilangan pekerjaan,” kata Zulfen Heri, Kamis (8/1/2026).

Kecemasan para penghulu kampung semakin meningkat karena peristiwa ini terjadi sebulan menjelang datangnya bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga masyarakat biasanya meningkat, sementara sumber penghasilan warga justru terhenti.

Menurut Zulfen, kondisi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial di masyarakat.

Ia khawatir meningkatnya pengangguran dapat berujung pada tindakan kriminal dan penyalahgunaan narkoba.

“Kalau pengangguran meningkat dan kebutuhan hidup makin tinggi, dampak sosialnya bisa ke mana-mana. Mulai dari pencurian, pencurian sawit, hingga Narkoba. Ini yang sangat kami khawatirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi ekonomi yang terhimpit, sebagian orang bisa nekat melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret.

Zulfen meminta pemerintah mencarikan solusi sementara, termasuk menyediakan alternatif pekerjaan bagi buruh pelabuhan yang terdampak hingga pelabuhan kembali beroperasi normal.

“Yang kami harapkan ada jalan keluar, minimal pekerjaan sementara agar dapur warga tetap berasap,” katanya.

Khawatir Dampak Sosial dan Ekonomi 

Diketahui, buruh pelabuhan di kawasan tersebut tergabung dalam beberapa koperasi bongkar muat.

Selain itu, sebagian warga juga bekerja di area stockpile cangkang sawit yang berada di Kawasan Industri Tanjung Buton.

Sementara itu, Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) menyampaikan kekhawatiran serupa terkait dampak sosial dan ekonomi akibat terhentinya aktivitas pelabuhan.

Ia menilai penutupan total pelabuhan dalam waktu lama akan memperparah kondisi masyarakat sekitar.

Untuk mengurangi dampak tersebut, pihak KITB mengusulkan alternatif teknis agar aktivitas pelabuhan tetap dapat berjalan.

Salah satunya dengan menggunakan sistem conveyor sebagai pengganti fungsi trestel yang runtuh.

“Namun kajian teknis ada pada KSOP Kelas II Tanjung Buton. Jika memungkinkan digunakan, tentu masih ada aktivitas di pelabuhan. Kendalanya, apakah kapal bisa bersandar pada dermaga yang tidak lagi ditopang trestel,” ujarnya.

Hingga kini, masyarakat dan pihak pengelola kawasan industri masih menunggu keputusan dan langkah teknis dari KSOP serta pemerintah daerah.

Selebihnya mereka berharap ada solusi cepat untuk mencegah dampak sosial yang lebih luas.**

 

 

sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

Ahmad 123

Recent Posts

Ini Kata Dr. Syaiful Terkait Dugaan Keracunan MBG di SD Negeri 13 Dumai

DUMAI — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 13, Kelurahan Buluh Kasab, Kecamatan Dumai Timur,…

5 jam ago

Petugas Kebersihan DLH Dumai Terus Berjuang Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman

DUMAI – Di balik wajah Kota Dumai yang bersih dan nyaman, terdapat dedikasi para petugas…

1 minggu ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai Kota Cek Program Ketahanan Pangan Bergizi, Fokus pada Budidaya Terong

DUMAI – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Bergizi yang dicanangkan pemerintah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai…

2 minggu ago

Forum TJSP Diminta Transparan: Berapa Dana CSR Terkumpul dan ke Mana Disalurkan?

DUMAI , 27 July 2026— Polemik keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR)…

3 minggu ago

Jelang Panen, Polsek KSKP Dumai Cek Perkembangan Tanaman Hidroponik Pakcoi

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah, Polsek Kawasan…

3 minggu ago

10 Hari Berlalu, Data Laporan Forum TJSP Belum Diberikan, LHMB Datangi PPID dan DPMTSP

DUMAI — Batas waktu 10 hari untuk menjawab permintaan data laporan Forum Tanggung Jawab Sosial…

3 minggu ago