Bisnis

Perusahaan Jepang akan Investasi Energi Terbarukan di Siak, Nilainya Rp1,7 Triliun

SIAK – PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) berencana mengembangkan usahanya di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau.

Perusahaan gabungan Indonesia-Jepang ini rencananya akan berinvestasi sebesar Rp1,7 triliun di KITB.

Fokus utama usaha PT SKY ini merupakan energi terbarukan dengan memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa, serta mengembangkan produk turunan seperti pellet biomassa.

PT SKY pun menjalin kerja sama dengan BUMD Siak PT KITB dan anak perusahaannya PT Samudra Siak (SS). Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (1/10).

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan investasi dari perusahaan Jepang ini merupakan langkah maju untuk daerah. Ia juga berkomitmen akan mempermudah setiap investor yang masuk ke Siak.

“Pada prinsipnya perusahaan ini mengekspor cangkang. Nantinya, usaha ini akan berkembang menjadi multi usaha, terutama di Pelabuhan Tanjung Buton,” kata Afni.

Adapun lahan yang dibutuhkan PT SKY untuk mengembangkan usahanya seluas 7 hektar. Saat ini, lahan yang sudah tersedia setengah hektar yang digunakan perusahaan untuk menampung cangkang sawit. Pemerintah daerah menyiapkan lahan ini sebagai bentuk kolaborasi dengan investor.

“Insya Allah KITB mulai berdenyut luar biasa. Kami ingin investasi ini memberikan efek pada ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk Pelabuhan Tanjung Buton. Kami mau BUMD berada di depan. Investor memberi support investasi, dan kami menyediakan lahannya, inilah kolaborasi kami,” kata Afni.

Sementara Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menegaskan bahwa MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan memastikan keberlanjutan investasi.

“Hari ini menjadi langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun kami beroperasi di Siak, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh,” kata CEO asal Jepang tersebut.

Ia juga memastikan kerja sama ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini hanya di ekspor mentah.

“Semoga kerja sama ini semakin kuat dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” kata Kawamura.***

 

sumber: Warta Ekonomi

Ahmad 123

Recent Posts

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

3 minggu ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

3 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

3 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

4 minggu ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

4 minggu ago

Erwin Komeng Tokoh Masyarakat Lepin Berikan Apreasiasi Sebesarnya Kepada Polres Terkait Balapan Liar

DUMAI - Terkait dengan aksi balapan liar di Jalan Sudirman yang sangat meresahkan penguna jalan…

4 minggu ago