Siak

Siak Jadi Tujuan Migrasi Penduduk Tertinggi di Riau

PEKANBARU – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, Kabupaten Siak menjadi tujuan tertinggi perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain di Provinsi Riau, baik melampaui batas administratif maupun dengan tujuan menetap.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, Rabu (6/5/2026) kemarin.

Dari hasil sensus migrasi di 12 kabupaten/kota di Riau, mobilitas penduduk kini memiliki karakter berbeda sebagai daerah tujuan maupun daerah asal migrasi.

“Migrasi seumur hidup didefinisikan sebagai perbedaan antara kabupaten/kota tempat tinggal saat survei dengan tempat lahir. Tempat tinggal mengacu pada tempat biasa menetap minimal satu tahun atau kurang dari satu tahun tetapi berniat menetap,” ujarnya.

Dari data sensus itu, Kabupaten Siak mencatat persentase migrasi masuk seumur hidup tertinggi sebesar 44,01 persen, diikuti Kampar 43,66 persen, dan Pekanbaru 42,02 persen.

Sementara, Pelalawan sebesar 39,32 persen, disusul Dumai 37,49 persen, Rokan Hulu 36,29 persen, dan Rokan Hilir 35,69 persen.

Kemudian, Indragiri Hulu dan Bengkalis masing-masing mencatat 27,94 persen dan 27,83 persen, serta Kuantan Singingi 21,51 persen.

“Migrasi seumur hidup menjadi indikator utama untuk melihat pergerakan penduduk dalam jangka Panjang,” ungkapnya.

Sebaliknya, dua daerah dengan migrasi masuk terendah adalah Indragiri Hilir sebesar 9,80 persen dan Kepulauan Meranti hanya 7,62 persen.

justru yang mengejutkan untuk migrasi keluar seumur hidup, di Kepulauan Meranti tercatat cukup tinggi yakni mencapai 21,38 persen, diikuti Indragiri Hilir 14,31 persen dan Bengkalis 16,80 persen.

“Hal ini menunjukkan masih kuatnya arus keluar dari wilayah-wilayah tersebut,” ulas Asep.

Selain itu, indikator migrasi risen atau perpindahan dalam lima tahun terakhir juga memperlihatkan perubahan arah mobilitas penduduk yang cukup signifikan.

“Kampar menjadi kabupaten dengan migrasi masuk risen tertinggi sebesar 9,44 persen dan migrasi keluar hanya 2,12 persen. Ini menunjukkan daya tarik Kampar yang semakin kuat,” kata Asep.

Siak juga mencatat migrasi masuk risen sebesar 4,49 persen dan keluar 2,25 persen. Indragiri Hulu turut menunjukkan tren positif dengan masuk 3,59 persen dan keluar 2,30 persen.

Rokan Hulu (masuk 3,34 persen dan keluar 2,71 persen), Pelalawan (masuk 3,05 persen dan keluar 2,31 persen), dan Rokan Hilir (masuk 2,83 persen dan keluar 2,28 persen) juga masih mencatat selisih positif, meski lebih kecil.

Di sisi lain, Pekanbaru justru mengalami kondisi sebaliknya. Kota ini mencatat migrasi keluar risen sangat tinggi sebesar 12,69 persen, jauh melampaui migrasi masuk yang hanya 4,28 persen. **

Ahmad 123

Share
Published by
Ahmad 123

Recent Posts

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu di Pelabuhan Internasional, Modus Koper Jadi Sasaran Pengawasan

DUMAI – Kinerja pengawasan Bea Cukai Dumai kembali membuahkan hasil dalam upaya mencegah masuknya narkotika…

1 minggu ago

Semarak HUT ke-67, Pemuda Pancasila Dumai Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Domino

DUMAI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila…

2 minggu ago

HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Dumai Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

DUMAI — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Dumai menggelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah…

2 minggu ago

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 minggu ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

3 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

1 bulan ago