Nasional

Sungai Aaree Swiss, Lokasi Anak Ridwan Kamil Hilang

Teleskopnews.com – Berikut ini Sungai Aaree Swiss tempat anak Ridwan Kamil tenggelam dan hilang hingga sekarang belum ditemukan. Yuk simak selengkapnya.

Sungai Aaree di Swisss saat ini menjadi sorotan publik Indonesia. Pasalnya, putra pertama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil hilang saat berenang di Sungai Aaree Swiss.

Lalu apa saja fakta-fakta terkait Sungai Aaree Swiss itu, berikut ini hasil rangkuman sebagaimana melansir dari laporan CNBC Indonesia:

1. Sungai Aaree Terpanjang di Swiss

Sungai Aaree memiliki panjang 281,5 km. Dengan panjangnya itu, Aaree menjadi sungai terpanjang di negara tersebut.

Sungai ini berhulu dari dataran tinggi Pegunungan Alpen wilayah Bern dan bermuara di Sungai Rhein. Seluruh wilayah alirannya masih berada dalam wilayah Swiss.

Aliran Sungai tersebut juga ikut melintasi wilayah Ibu Kota Swiss, Bern. Sungai ini bahkan telah menjadi ikon pusat pemerintahan Negara Alpen itu.

2. Sungai Aaree Swiss Warna Hijau Tosca

Aaree memiliki kualitas air yang cukup tinggi. Ini sendiri terlihat dari warna air sungai itu yang berwarna Hijau Tosca. Di tahun 2016 Uni Eropa (UE) mengklasifikasikan sungai itu dengan stempel “Kualitas Sangat Baik.”

3. Sungai Aaree Sumber Energi

Sungai Aare sempat menjadi sumber energi bagi kereta gantung Marzilibhan pada tahun 1885 hingga 1973. Kereta itu memiliki rute distrik Marzili di sebelah sungai Aaree dengan Gedung Parlemen dan pusat kota Bern.

Diketahui, kedua wilayah tersebut memiliki elevasi yang berbeda. Air Sungai Aaree dimanfaatkan untuk mengisi sebuah tangki air yang berada di bawah kereta gantung di stasiun puncak. Karena beratnya air, kereta yang berada di atas akan meluncur ke bawah sementara yang ada di bawah akan tertarik menuju ke atas.

4. Sungai Aaree Swiss Jadi Tempat Berenang Warga

Tak ayal, hal ini mendorong warga dan turis untuk mencoba berenang dan juga mandi-mandi di sungai itu. Hal ini sering dilakukan pada saat musim panas.

Kegiatan berenang ini pun bahkan telah menjadi bagian dari budaya. Pada 2017, UNESCO menetapkan bahwa berenang di Sungai Aaree masuk dalam daftar tradisi, dan karenanya merupakan bagian dari warisan budaya takbenda Swiss.

Selain berenang, aliran Sungai Aaree juga menjadi tempat rafting dan arung jeram. Rekor dunia untuk arung jeram Sungai Aaree dibuat di Bern pada 2012, ketika total 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai tersebut dengan perahu karet.

5. Insiden yang Terjadi

Meski terlihat sebagai tempat yang menyenangkan, Sungai Aaree juga nyatanya menyimpan sesuatu yang berbahaya. Aliran sungai itu sering kali membawa hanyut para warga yang sedang beraktivitas di sungai itu.

Pada Agustus 2015 dua orang wanita tewas di sungai itu saat sedang melakukan arung jeram. Keduanya masing-masing adalah warga Swiss dan warga Spanyol.

Redaksi

Recent Posts

Wakil Ketua DPRD Dumai Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Muhammad Rahul Pimpin Karang Taruna Riau

DUMAI – Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta atau yang akrab disapa…

8 jam ago

Fakta Sidang Gubernur Riau: Semua Saksi Akui Tak Ada Setoran ke Abdul Wahid

PEKANBARU - Kuasa hukum Gubernur Riau mengungkap fakta persidangan. Saksi tegaskan tidak ada perintah setor…

11 jam ago

Donor Darah dan Bantuan Fasilitas Ibadah Warnai Kegiatan Sosial di Dumai

DUMAI – Sebelum sebagian besar warga Dumai menyelesaikan aktivitas paginya, sebuah antrean sudah terbentuk di…

11 jam ago

RSUD Arifin Achmad Terima Bantuan Dua Unit Ambulance

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menerima bantuan dua unit ambulance untuk…

11 jam ago

Gelombang PHK Mulai Terjadi di Riau, 300 Pekerja di Pelalawan Sudah Terdampak

PEKANBARU - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi di Provinsi Riau. Sekitar 300 pekerja…

11 jam ago

ORADO Kota Dumai Utus 8 Pasang Atlet Domino ke Kejurprov Domino di Pekanbaru

DUMAI – Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kota Dumai mengirimkan sebanyak 8 pasang atlet domino untuk…

17 jam ago