PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus berkomitmen untuk menindak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Kuantan, Kuantan Singingi (Kuansing). Untuk mengoptimalkan kegiatan ini Polda Riau menurunkan drone dalam upaya pemantauan.
Dilihat dari akun Instagram resmi Humas Polda Riau, terlihat Polda Riau melakukan demo penerbangan drone tersebut. Drone dilengkapi dengan kamera yang memudahkan untuk monitoring kegiatan di darat melalui udara.
Penggunaan drone ini memungkinkan pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan serta pengawasan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal di sepanjang Sungai Kuantan melalui udara.
Seluruh kegiatan akan terpantau melalui pesawat nirawak tersebut. Dengan pemanfaatan teknologi drone ini, pihak kepolisian juga akan dengan mudah menemukan lokasi-lokasi yang masih melakukan aktivitas PETI.
Direktur Samapta Polda Riau Kombes Syahrial Said mengatakan drone tersebut awalnya digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Drone ini milik Polri. Ada 8 polda yang mendapatkan drone ini prioritas untuk polda yang daerahnya rawan karhutla, salah satunya Polda Riau. Jadi ini awalnya digunakan untuk drone,” jelas Kombes Syahrial, Jumat (5/9/2025).
Selain untuk memantau karhutla, drone tersebut juga dioperasikan untuk memantau aktivitas PETI di wilayah Kuansing, terutama di sepanjang Sungai Kuantan. Drone tersebut memungkinkan untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau via darat.
“Kemarin kami mendapatkan arahan dari Kapolda, karena ternyata setelah Pacu Jalur selesai, muncul kembali PETI,” imbuhnya.
Operasi PETI
Sebagai informasi, Polda Riau dan Polres Kuansing terus melakukan penindakan terhadap PETI. Tak hanya menjelang pelaksanaan Pacu Jalur, Polda Riau melalui Polres Kuansing menunjukkan komitmennya untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI pascafestival akbar tersebut.
Pada Kamis, 4 September 2025, Polres Kuansing kembali melaksanakan patroli penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Kuantan, Kecamatan Cerenti. Hasil patroli ditemukan sejumlah rakit PETI dan langsung dimusnahkan di lokasi.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto menjelaskan patroli tersebut digelar di 5 desa wilayah Kecamatan Cerenti, yakni di Desa Sikakak, Desa Pulau Jambu, Desa Koto, Desa Pulau Bayur, dan Desa Terluk Pauh, pada Kamis (4/9) siang. Patroli digelar oleh petugas gabungan dari Polres Kuansing, TNI, dan Pemkab Kuansing dengan melibatkan puluhan personel.
“Hasil operasi ditemukan ada 3 unit rakit di Desa Sikakak dan 2 unit rakit di Desa Pulau Jambu yang dimusnahkan dengan cara dirusak supaya tidak digunakan lagi,” ujar Kombes Anom, Kamis (4/9). **
BENGKALIS - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap kurir narkoba jaringan Malaysia di…
PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau resmi mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang seluruh satuan pendidikan…
DUMAI - Sejumlah ruang kerja di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelabuhan…
PEKANBARU - Dugaan penculikan anak terjadi di Riau. Penangkapan terduga pelaku dilakukan Satuan Patroli Jalan…
DUMAI - Jajaran Polresta Dumai melaksanakan razia gabungan di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) pada…
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak para pejuang olahraga yang…