DUMAI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar Menengah Dr Fajar Reza Ulhaq memuji penampilan peserta didik SD Maitreyawira Dumai menggunakan tiga bahasa dalam pengantar kata sambutan, yaitu Bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris.
Hal ini disampaikan Wamen Fajar dalam kunjungan kerja ke Dumai dengan agenda pokok peninjauan salah satu sekolah swasta dan diskusi pendidikan bersama kepala sekolah SD dan SMP di Dumai, Jumat (5/6).
Menurut Fajar, pembelajaran bahasa asing dalam kurikulum belajar akan diterapkan di sekolah dasar dimulai siswa kelas 3 untuk pembentukan dasar karakter sejak dini dan mengajarkan kehidupan beragam.
Sekolah Maitreyawira dibawah naungan Yayasan Pragna MitraMatreyaini menurut Wamen Fajar punya keunggulan karena mengenalkan bahasa multi sejak dini kepada anak murid yang menjadi salah satu pondasi penting pembangunan karakter dengan menghormati dan menghargai keragaman.
Penerapan bahasa dalam sekolah harus diutamakan, Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan nasional pemersatu bangsa serta bahasa dalam pergaulan kehidupan sehari hari. Kemudian bahasa daerah sebagai upaya pelestarian yang perlu diajarkan dan dipraktekkan oleh anak didik sekolah. Bahasa asing juga tidak kalah penting untuk bisa dikuasai anak sekolah sejak dini.
“Kunjungan kerja hari ini untuk memberikan pesan bahwa pemerintah mendukung keberlanjutan sekolah swasta dan bagian dari pilar pendidikan nasional yang bermutu. Saya apresiasi sekolah Maitreyawira ini karena menanamkan pendidikan karakter dalam proses belajar,” kata Wamen Fajar.
Dijelaskan, Kemendiknas juga mendorong sekolah dan tenaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas dengan menjadi arsitektur pembelajaran sesuai arah kebijakan pendidikan nasional.
Fajar menilai aspek pendidikan Dumai meningkat baik namun tetap ada beberapa hal yang masih perlu didorong agar kualitas makin unggul dan tidak kalah dengan daerah lain.
Dia berharap pendidikan di Kota Dumai dapat terus ditingkatkan dan standar mutu dijaga dan dikembangkan untuk mencapai level yang unggul di Provinsi Riau.
Sementara, Walikota Dumai Paisal menyambut hangat kunjungan kerja Wamen Fajar ke Dumai agar dapat melihat langsung perkembangan sekolah negeri dan swasta serta mendorong prestasi anak didik.
Kunjungan Wamen diharapkan juga bisa menambah motivasi sekolah dan tenaga pendidik lewat arahan kebijakan serta menumbuhkan semangat berkarya dan sumbang saran masukan bagi peningkatan mutu kualitas pendidikan.
“Sekolah swasta cenderung terus lebih baik kemajuan prestasi, fasilitas dan lainnya dibanding sekolah negeri, artinya pendidikan Dumai terus membaik, dan pemerintah akan mendorong peningkatan kedepannya,” kata walikota.
Sedangkan, Ketua Yayasan Pragna Mitra Matreya Bujang Alwi mengaku sangat tersanjung dengan kehadiran Wamen Dikdasmen Fajar mengunjungi sekolah ini, karena sebelumnya tidak ada permintaan ataupun usulan.
Yayasan Pragna Mitra Matreya sudah beroperasi sejak Tahun 2020 dan saat ini proses pembangunan gedung berlokasi di Jalan Inpres Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat sudah mencapai 40 persen.
Untuk proses pembelajaran, Yayasan Pragna Mitra Matreya sudah membuka 8 kelas belajar untuk sekolah dasar, 6 kelas SMP dan 6 kelas SMK.
Untuk jumlah siswa, sebanyak 18 murid taman kanak kanak, 170 siswa SD, 110 pelajar SMP dan 73 peserta didik jenjang sekolah menengah atas.
“Tentunya kami sangat berbangga hati dengan kunjungan Wamendiknas ini karena ada nilai tambah dari pemerintajlh. Yayasan Pragna Mitra Matreya memiliki 62 tenaga pengajar dan untuk semua jenjang pendidikan menengah, dan kami adalah sekolah umum,” kata Bujang Alwi.
Sekolah ditargetkan rampung pembangunan gedung hingga Tahun 2028 ini mengajarkan ciri khas moral dan etika serta mencanangkan gerakan gemar makan sayur dan buah.
Kunker Wamen Fajar turut dihadiri Kepala UPT Kemendikdasmen, Kepala BPMP Riau Dr Nilam Suri, Kepala Balai bahasa Riau Dr Umi Kalsum dan Kepala BGTK Riau Resky Bestary.
Hadir juga Kepala SD Maitreyawira Emiria, Wakil Kurikulum Dini Rernoasri WN dan Wakil Kesiswaan Saura Devitasari. **
sumber: ANTARA











