Riau

Aliansi Peduli Korban Bullying Datangi DPRD Riau, Sampaikan 7 Tuntutan

PEKANBARU – Puluhan warga dari Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak bersama mahasiswa mendatangi DPRD Riau, Rabu (26/11/2025).

Wakil Ketua Gelora Kemasyarakatan Peduli Perempuan dan Anak (GERMAS-PPA), Rika Parlina bersama orangtua korban dan beberapa pihaknya menyampaikan tuntutan kepada Ketua Komisi I DPRD Riau, Andi Darma Taufik, Rabu (26/11/2025).

Adapun tuntutan massa adalah sebagai berikut:

1. Mendesak DPRD Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Riau untuk segera membentuk an mengesahkan regulasi daerah (Perda atau Pergub) khusus tentang pencegahan dan penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah.

2. Menguatkan sistem, pengawasan internal dan eksternal di setiap satuan pendidikan, termasuk keterlibatan pihak independen (psikolog, KPAI, Ombudsman, dan lembaga masyarakat) dalam mekanisme kontrol.

3. Mengoptimalkan program pendidikan karakter dan perlindungan anak dengan alokasi anggaran yang memadai, serta memastikan implementasinya di sekolah-sekolah, bukan hanya formalitas.

4. Melakukan evaluasi total terhadap seluruh kepala sekolah di Provinsi Riau.

5. Menon-jobkan Kepala Sekolah yang lalai dan tidak bertanggung jawab atas kasus bullying dan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, terutama yang telah terjadi di SDN 012 Buluh Rampai, Kabupaten Inhu.

6. Memberikan sanksi tegas kepada kepala daerah (Bupati/Walikota) yang telah mendeklarasikan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) namun tetap lalai hingga terjadi kasus bullying yang menyebabkan anak meninggal dunia.

7. Menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai indikator dan kategori KLA, serta mengevaluasi kembali status daerah yang tidak mampu melindungi anak-anak dan kekerasan.

Berdasarkan hal tersebut, aliansi Peduli Korban Bullying meminta DPRD Provinsi Riau dan Pemprov Riau segera membentuk Peraturan Daerah (Perda) untuk pencegahan dan penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah.

Ketua Komisi I menyebutkan, aliansi meminta keadilan atas kejadian Bullying yang terjadi pada siswa kelas 2 SDN 012 Buluh Rampai, Kabupaten Inhu.

Pihaknya sangat mendukung pembentukan Perda dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying di kawasan sekolah.

Ia juga mengatakan, akan mendorong Pemprov Riau untuk membentuk Perda tersebut.

“Tentu kita mendorong Perda menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak yang betul-betul terakomodir sehingga tidak ada kejadian bullying di Riau. Perda ini sangat dibutuhkan untuk menangani kasus bullying di Provinsi Riau,” pungkasnya.**

 

sumber: halloriau.com

Ahmad 123

Recent Posts

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu di Pelabuhan Internasional, Modus Koper Jadi Sasaran Pengawasan

DUMAI – Kinerja pengawasan Bea Cukai Dumai kembali membuahkan hasil dalam upaya mencegah masuknya narkotika…

3 hari ago

Semarak HUT ke-67, Pemuda Pancasila Dumai Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Domino

DUMAI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila…

1 minggu ago

HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Dumai Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

DUMAI — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Dumai menggelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah…

1 minggu ago

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 minggu ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

3 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

1 bulan ago