Umum

Benarkah Kasus DBD Di Meranti Meningkat ? Ini Penjelasan Kadiskes

Teleskopnews.com, Selatpanjang – Kondisi curah hujan yang tidak menentu, disertai lingkungan dan rumah yang terdapat genangan air. Tentunya dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari total Kasus DBD tahun 2022 sampai dengan Bulan September yaitu 30 Kasus. Terbanyak Selatpanjang Timur 13 kasus, Selatpanjang Kota 7 kasus , Alahair 3 kasus, sisanya di Banglas, Alahair, Selatpanjang Selatan, Tebing Tinggi Barat dan Tanjung Samak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Muhammad Fahri didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Zulham, mengatakan bahwa kasus DBD mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 yang hanya 8 kasus. Namun dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, mencapai 240 kasus DBD.

“Ini hanya perkiraan. Berdasarkan siklus 5 tahunan, pada tahun 2022 ini belum mencapai puncaknya, perkiraan puncak kasus DBD yaitu pada tahun 2024. Mengingat biasanya pada musim hujan saat ini kasus DBD mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Fahri di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Kesehatan. Jumat (07/10/22) pagi.

Ia juga mengatakan, dalam penanganan kasus DBD ini tidak bisa hanya dilakukan dari pihak kesehatan saja, tetapi perlu adanya kesadaran dari masyarakat dalam memberantas penyebaran virus ini.

“Selama ini stigma dari kebanyakan masyarakat itu hanya berupaya untuk dilakukannya fogging dari rumah ke rumah. Tapi tanpa disadari, aktivitas fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa saja dan tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk. Sedangkan yang menjadi sebab utama dari virus Aedes Aegypti itu adalah dari larvanya itu sendiri,” jelasnya.

Kemudian, dalam memberantas kasus DBD bisa dengan menerapkan 3M plus. Seperti menguras tempat tampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Lalu plusnya adalah menghindari gigitan nyamuk, menggunakan klambu disaat tidur, terakhir menyalakan obat nyamuk.

“Yang terpenting sebenarnya itu adalah perubahan perilaku masyarakat dengan patuh akan perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau dari pihak kami saja yang melakukan pemberantasan, maka akan sia-sia. Untuk itu, perlu kesadaran dari masyarakat lah menyikapi seberapa pentinganya kasus ini,” ungkapnya. (Dil)

Redaksi

Recent Posts

Pencalonan DPRD Jadi Ketua KONI, Junjung: Itu Spektakuler

DUMAI — Wacana pencalonan anggota DPRD Kota Dumai sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)…

2 hari ago

Dinilai Langgar Kode Etik ASN, Ini Tanggapan Kepsek SMK Negeri 2 Dumai

DUMAI — Beragam tanggapan muncul pasca pemberitaan mengenai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2…

3 hari ago

Ini Kata Dr. Syaiful Terkait Dugaan Keracunan MBG di SD Negeri 13 Dumai

DUMAI — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 13, Kelurahan Buluh Kasab, Kecamatan Dumai Timur,…

4 hari ago

Petugas Kebersihan DLH Dumai Terus Berjuang Wujudkan Kota Bersih dan Nyaman

DUMAI – Di balik wajah Kota Dumai yang bersih dan nyaman, terdapat dedikasi para petugas…

2 minggu ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai Kota Cek Program Ketahanan Pangan Bergizi, Fokus pada Budidaya Terong

DUMAI – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Bergizi yang dicanangkan pemerintah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai…

3 minggu ago

Forum TJSP Diminta Transparan: Berapa Dana CSR Terkumpul dan ke Mana Disalurkan?

DUMAI , 27 July 2026— Polemik keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR)…

3 minggu ago