Beranda Umum Buntut Blokade, Perusahaan Berencana Temui Massa Hari Ini

Buntut Blokade, Perusahaan Berencana Temui Massa Hari Ini

47
BERBAGI
Tampak massa menyandera salah satu bus karyawan perusahaan yang berada di Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.(selayangnews)


SOROTLENSA, DUMAI – Berdasarkan hasil pantauan Sorotlensa.com, buntut pemblokadean jalan tersebut, sopir kendaraan melebihi tonase yang biasa berlalu lalang di areal itu sempat  memarkirkan mobil mereka di sepanjang jalan yang diperkirakan hampir 5 km panjangnya.

Tak hanya truk atau tangki saja melainkan bus karyawan perusahaan industri yang mangkal di kawasan Sungai Sembilan terpaksa dihentikan massa sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap pemerintah maupun pihak perusahaan.

Pengunjuk rasa hanya memperbolehkan kendaraan pribadi yang melintasi Jalan Cut Nyak Dien (Purnama) hingga Jalan Wan Amir (Lubuk Gaung).

Terlebih hingga Selasa malam tadi, pihak terkait yang digadang-gadangkan belum juga hadir memenuhi permintaan mereka.

Padahal mereka menginginkan kejelasan pihak terkait akan permasalahan ini khususnya kondisi jalan yang rusak sehingga menyebabkan laka lantas terjadi hingga menelan korban jiwa.

“Kami tidak akan mundur, kami terus bertahan sampai adanya titik terang,”begitu isi pesan singkat Rahmad melalui pesan singkat WhatsApp nya, Selasa malam lalu.

Namun pihak massa merasa sedikit lega, karena sudah mulai ada titik terang, pasalnya dari keterangan informasi terakhir yang didapat media ini dari sang korlap, Rahmad dari pesan singkat WhatsApp nya menyampaikan jika siang ini, Rabu (19/9/18) akan dilakukan pertemuan para pengunjuk rasa bersama pemerintah dan perusahaan.

Hal ini sesuai arahan dari Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Ashari Yazid yang kala itu sempat menyambangi aksi mereka.

“Infonya siang besok, perusahaan berkumpul untuk membahas masalah ini,”sebut dia Selasa malam kemarin.

Namun dari hasil pertemuan nanti, pihaknya akan membuat pakta integritas, karena jika permintaan mereka tidak diindahkan, pihaknya berjanji akan bertahan dengan sikap mereka.

“Kami minta hasil dari perusahaan dibawa ke lapangan, dan mereka harus tanda tangan fakta integritas,”tegas Wakil Ketua I DPD KNPI Kota Dumai.(red)