Meranti

Bupati Meranti Optimis Swasembada Telur di Tahun 2024

Selatpanjang – Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil lakukan peninjauan terhadap peternakan ayam petelur di Desa Batang Malas Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Jum’at (17/12/22).

Dalam tinjauannya, kelompok ternak dari masyarakat binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) dinilainya telah berkembang sangat signifikan.

“Dengan melihat perkembangan ini, saya optimis kita akan segera swasembada telur”, ujar Adil.

Hal itu disampaikan Adil, saat meninjau peternakan ayam petelur Soma Langit di Desa Batang Malas, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Lebih jauh dikatakannya, Ia meminta pembinaan bagi kelompok ternak terus dilakukan DKPP agar target swasembada telur dapat segera dicapai. Ia juga menjelaskan akan menambah setidaknya hingga 13 kelompok penerima manfaat hingga tahun 2024 guna mendongkrak produksi telur di Meranti.

“Untuk mencapai swasembada telur, minimal ada 13 peternakan yang tersebar di seluruh wilayah Meranti. Artinya jika 1 peternakan dengan 5000 ekor ayam petelur menghasilkan estimasi sekitar 1,5 juta butir telur pertahun, maka dari itu kita butuh minimal 13 peternakan untuk memenuhi kebutuhan telur di Meranti”, jelasnya.

Sekretaris DKPP Kabupaten Kepulauan Meranti Sudarmadi menyebutkan, saat ini ada 2 kelompok peternak ayam petelur, yaitu kelompok ternak yang ada di batang malas, kecamatan Tebing Tinggi Barat, sisanya berada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Katanya, program ayam petelur ini merupakan wujud visi Bupati Muhammad Adil menuju swasembada telur, dimana setiap kelompok diberikan bantuan 2000 sampai 5000 ekor ayam petelur.

“Menindaklanjuti arahan Bupati pada tahun 2023 DKPP akan diberikan bantuan kepada 5 kelompok ternak ayam petelur. Sementara Tahun 2024, direncakan akan diberikan bantuan terhadap 6 kelompok ternak untuk mencapai produksi yang diinginkan, sehingga target swasembada dapat dicapai”, ungkap Sudarmadi.

Kepala Bidang DKPP, Herman juga menambahkan, berdasarkan data pasar, kebutuhan telur di Kepulauan Meranti setiap tahunnya berjumlah 6,4 juta butir telur per tahunnya. Apabila kedepan ada 13 kelompok peternak, pihaknya menargetkan produksi telur di Kepulauan Meranti setidaknya mencapat 9 juta butir pertahun.

“Berdasarkan data pasar, kebutuhan telur di Meranti berkisar 6,4 juta butir pertahun. Apabila nanti telah tersedia 13 kelompok ternak di tahun 2024, ini akan menghasilkan 9 juta telur per tahunnya, artinya Kepulauan Meranti mampu memenuhi kebutuhan telur secara menyeluruh bahkan surplus dan dapat di distribusikan keluar daerah”, pungkas Herman. (Dhilan)

 

 

Redaksi

Recent Posts

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

1 minggu ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

2 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

2 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

3 minggu ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

3 minggu ago

Erwin Komeng Tokoh Masyarakat Lepin Berikan Apreasiasi Sebesarnya Kepada Polres Terkait Balapan Liar

DUMAI - Terkait dengan aksi balapan liar di Jalan Sudirman yang sangat meresahkan penguna jalan…

3 minggu ago