Riau

Dalam 3 Tahun, 1.202 Kasus Kejahatan Seksual Anak Terjadi di Riau

PEKANBARU – Polda Riau memberikan perkembangan penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak dalam tiga tahun terakhir.

Meski terjadi penurunan jumlah laporan dibanding tahun sebelumnya, angka kejahatan ini masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius aparat.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengatakan bahwa ratusan laporan terkait pencabulan dan persetubuhan terhadap anak terus masuk setiap tahun.

“Data ini kita terima sampai 30 September 2025. Penanganan terhadap kejahatan terhadap anak menjadi atensi Polda Riau,” ujar Anom yang dilansir Riauaktual.com, Senin (17/11/2025) pagi.

Pada tahun 2023, tercatat ada 437 laporan polisi (LP) terkait kasus pencabulan dan persetubuhan anak.

“Seluruhnya melibatkan 437 korban dan 437 tersangka,” terang Anom.

Setahun kemudian, pada 2024, jumlah laporan menurun menjadi 391 LP, dengan jumlah korban dan tersangka yang sama (masing-masing 391 orang).

“Sementara itu, untuk periode 1 Januari hingga 30 September 2025, Polda Riau sudah menerima 374 laporan,” ungkap Kabid Humas Polda Riau.

Jumlah korban dan tersangka juga tercatat sama, yakni 374 orang. Meski ada tren penurunan, angka sepanjang sembilan bulan di 2025 disebut masih sangat mengkhawatirkan.

Kombes Anom menegaskan bahwa Polda Riau terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

“Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Ini adalah kejahatan yang merusak masa depan anak dan tidak bisa ditolerir,” beber Kombes Anom.

Selain penegakan hukum, Polda Riau juga berkoordinasi dengan dinas terkait dan lembaga perlindungan anak untuk melakukan edukasi dan pendampingan bagi para korban.

Polda Riau mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar anak.

“Kejahatan seksual terhadap anak bisa terjadi di lingkungan terdekat. Orang tua harus lebih peka dan proaktif mengawasi,” kata Anom.**

 

sumber: Aktual Riau

Ahmad 123

Recent Posts

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

4 hari ago

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

3 minggu ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

4 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

4 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

1 bulan ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

1 bulan ago