Hukrim

Dit Siber Polda Sumut Ungkap Kasus Penipuan Online, 4 Pelaku Diringkus

MEDAN – Tim Direktorat (Dit) Siber Polda Sumut mengungkap kasus tindak pidana manipulasi data dan penipuan online (scamming) yang melibatkan narapidana di dalam.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan pengungkapan kasus penipuan online itu berkolaborasi bersama pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut.

“Perkara tindak pidana manipulasi data dan penipuan online (scamming) terjadi pada 9 Agustus 2025 lalu melibatkan narapidana di Lapas Medan,” katanya, Rabu (15/10).

“Pengungkapan kasus ini sebagai bentuk komitmen Polda Sumut bersama stakeholder lainnya dalam menindak tegas aksi kejahatan di ruang digital yang merugikan masyarakat,” ujar juru bicara Polda Sumut tersebut.

Sementara itu, Direktur Siber Polda Sumut, Kombes Pol Doni Sembiring, menjelaskan terungkapnya kasus tindak pidana manipulasi data dan penipuan online (scamming) berawal dari laporan korban seorang tokoh publik bernama Rahmat Shah.

“Dalam laporannya korban mengaku telah ditipu secara online dengan mengalami kerugian mencapai Rp254 juta,” jelasnya personel Direktorat Siber Polda Sumut setelah menerima laporan korban melakukan penyelidikan.

“Pada 10 September 2025 personel akhirnya berhasil mengungkap kasus penipuan online itu dengan menangkap empat orang pelaku,” terang mantan Kabag Ops Polrestabes Medan tersebut.

Lebih lanjut, Doni mengungkapkan keempat orang pelaku penipuan online yang ditangkap itu berinisial MS, RJ, ES dan WD. Juga disita barang bukti berupa buku rekening, KTP, handphone serta lainnya.

“Kasus kejahatan scammer dengan memanipulasi data itu dilakukan pelaku MS dengan berkomunikasi melalui WhatsApp menghubungi korban Rahmat Shah,” ungkapnya bahwa pelaku mengaku sebagai anak korban Raline Shah.

“Pelaku MS meminta uang kepada Rahmat Shah berulang kali dengan alasan untuk membeli emas antam dengan total Rp254 juta,” jelas Doni bahwa pelaku MS dan RJ merupakan narapidana di Lapas Medan.

Saat menjalani aksinya pelaku MS melakukan pengecekan Nomor korban dari Get Contact. Lalu pelaku melakukan pengecekan aktivitas anak korban Raline Shah melalui media sosial. “Ternyata benar ini, merupakan anak dari Rahmat Shah,” bebernya.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan dari pihak korban. Petugas kepolisian menangkap para pelaku pada 10 Oktober 2025, di tempat berbeda di Lapas Kelas I Medan, Kabupaten Langkat dan di Kota Medan. “Terhadap para pelaku sudah kita amankan dan kita tahan sekarang,” pungkasnya.**

 

sumber: Waspada.co.id

Ahmad 123

Recent Posts

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu di Pelabuhan Internasional, Modus Koper Jadi Sasaran Pengawasan

DUMAI – Kinerja pengawasan Bea Cukai Dumai kembali membuahkan hasil dalam upaya mencegah masuknya narkotika…

1 hari ago

Semarak HUT ke-67, Pemuda Pancasila Dumai Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Domino

DUMAI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila…

7 hari ago

HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Dumai Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

DUMAI — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Dumai menggelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah…

1 minggu ago

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 minggu ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

2 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

1 bulan ago