Hukrim

Eks Dirut PT Sarana Pembangunan Riau Rahman Akil Divonis 4 Tahun 7 Bulan Penjara

PEKANBARU – Mantan Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Rahman Akil, dijatuhi hukuman 4 tahun 7 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru. Rahman terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan proyek minyak dan gas (migas).

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Rahman Akil selama 4 tahun dan 7 bulan, dikurangi selama masa penahanan yang telah dijalankan,” ujar Hakim Ketua, Delta Tamtama SH MH, dalam persidangan, Jumat (24/4/2026).

Selain hukuman badan, hakim turut membebankan denda sebesar Rp200 juta subsider 50 hari kurungan kepada Rahman. Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp6.513.176.900 atau diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan apabila tidak dibayarkan.

Mantan Direktur Keuangan PT SPR, Debby Riauma Sary, turut divonis bersalah dalam perkara yang sama. Ia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 50 hari kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp6.221.621.550 subsider 1 tahun 6 bulan penjara.

Menyikapi putusan tersebut, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan masih pikir-pikir. Sikap serupa juga diambil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuliana Sari, mengingat vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan awal. Sebelumnya, Rahman dituntut 7 tahun penjara dengan uang pengganti Rp13,9 miliar dan USD 3.000, sementara Debby dituntut 6 tahun penjara.

Tindak pidana ini bermula dari kerja sama pengelolaan wilayah kerja migas Langgak antara anak usaha perusahaan, yakni PT SPR Langgak, dengan Kingswood Capital Limited (KCL). Kerja sama yang berlangsung sepanjang periode 2008 hingga 2015 tersebut diwarnai oleh penyalahgunaan wewenang secara masif.

Kedua pimpinan perusahaan daerah tersebut melakukan penarikan dana dari kas dan rekening secara sepihak. Tindakan ini dilakukan tanpa prosedur yang sah serta menyalahi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) maupun RKAO demi kepentingan pribadi.

Majelis hakim memaparkan bahwa para terdakwa merekayasa pencatatan keuangan secara sengaja. Mereka memasukkan pengakuan pendapatan over lifting dan kapitalisasi cost recovery yang bertentangan dengan standar akuntansi guna meningkatkan laba bersih perusahaan, sehingga pembagian jasa produksi menjadi jauh lebih besar. Keduanya juga menunjuk konsultan secara lisan tanpa melalui analisis kebutuhan yang jelas.

Praktik culas ini terbukti memperkaya Rahman Akil sebesar Rp6,51 miliar dan Debby Riauma Sary mencapai Rp9,81 miliar. Dana perusahaan juga mengalir masuk ke kantong sejumlah pihak lain, di antaranya Erwinta Marius, Eko Sembodo, dan Erwin Lubis dengan nilai miliaran rupiah.

Berdasarkan hasil audit menyeluruh dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perbuatan para terdakwa telah merugikan keuangan negara hingga Rp33.296.257.959 dan USD 3.000. Tindakan tersebut sekaligus mencederai prinsip tata kelola perusahaan daerah yang baik dalam mengelola sektor strategis migas. **

Ahmad 123

Recent Posts

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu di Pelabuhan Internasional, Modus Koper Jadi Sasaran Pengawasan

DUMAI – Kinerja pengawasan Bea Cukai Dumai kembali membuahkan hasil dalam upaya mencegah masuknya narkotika…

1 minggu ago

Semarak HUT ke-67, Pemuda Pancasila Dumai Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Domino

DUMAI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila…

2 minggu ago

HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Dumai Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

DUMAI — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Dumai menggelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah…

2 minggu ago

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 minggu ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

3 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

1 bulan ago