Meranti

Irmansyah Apresiasi Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta Dalam Mendukung Penurunan Stunting

Teleskopnews.com, KEPULAUAN MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten 1 Setdakab, Drs. H. Irmansyah membuka sosialisasi program dan lokakarya penyusunan strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk percepatan penurunan stunting di Ballroom Hotel Indobaru, Selasa (22/11/22) pagi.

Dalam sambutannya, Irmansyah memberikan apresiasi kepada Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta atas inisiatif yang dilakukan dalam mendukung upaya perubahan perilaku masyarakat terkait pencegahan stunting.

Menurutnya, awal tahun 2021, Presiden Joko Widodo menargetkan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada 2024. Namun, berdasarkan survei status gizi Indonesia tahun 2021, stunting di Kepulauan Meranti tercatat sebesar 23,3 persen dan jumlah ini diatas rata-rata intervensi stunting di Provinsi Riau dari yang sebelumnya 22,3 persen.

“Perang terhadap stunting ini perlu strategi yang baik, karena masalah penghapusan stunting sudah dari dulu, namun bias bahkan makin bertambah jumlahnya. Maka dari itulah butuh strategi yang jitu dan dukungan semua pihak,” ungkap Irmansyah

Kemudian, dalam sambutan Dedi Triadi selaku program provincial lead Tanoto Foundation menyampaikan bahwa masalah stunting adalah masalah yang sangat sensitif karena berhubungan dengan masa depan anak-anak di daerah dan anak bangsa pada umumnya.

“Implementasi di lapangan nantinya akan kita mulai dengan lokakarya. Kami bersama Yayasan Cipta akan membantu tim teknis dari Pemerintah kabupaten dalam melihat dokumen, memetakan dan mendalami sehingga menjadi aksi nyata strategi komunikasi perubahan perilaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Selanjutnya, Rizki Andini selaku Advocacy Program Officer Yayasan Cipta mengatakan, strategi KPP diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan perilaku masyarakat dalam hal pola nutrisi serta pola hidup bersih dan sehat, sehingga dapat mempercepat pencegahan dan penurunan prevalensi stunting.

“Perilaku yang diharapkan adalah agar para Ibu hamil dapat mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilan, para Ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan, dan bagi orang tua dapat membawa anak balitanya secara rutin mengunjungi Posyandu sebulan sekali,” jelas Rizki.

Redaksi

Recent Posts

Wakil Ketua DPRD Dumai Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Muhammad Rahul Pimpin Karang Taruna Riau

DUMAI – Wakil Ketua DPRD Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta atau yang akrab disapa…

4 jam ago

Fakta Sidang Gubernur Riau: Semua Saksi Akui Tak Ada Setoran ke Abdul Wahid

PEKANBARU - Kuasa hukum Gubernur Riau mengungkap fakta persidangan. Saksi tegaskan tidak ada perintah setor…

7 jam ago

Donor Darah dan Bantuan Fasilitas Ibadah Warnai Kegiatan Sosial di Dumai

DUMAI – Sebelum sebagian besar warga Dumai menyelesaikan aktivitas paginya, sebuah antrean sudah terbentuk di…

7 jam ago

RSUD Arifin Achmad Terima Bantuan Dua Unit Ambulance

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menerima bantuan dua unit ambulance untuk…

7 jam ago

Gelombang PHK Mulai Terjadi di Riau, 300 Pekerja di Pelalawan Sudah Terdampak

PEKANBARU - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi di Provinsi Riau. Sekitar 300 pekerja…

7 jam ago

ORADO Kota Dumai Utus 8 Pasang Atlet Domino ke Kejurprov Domino di Pekanbaru

DUMAI – Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kota Dumai mengirimkan sebanyak 8 pasang atlet domino untuk…

13 jam ago