Jalan Penghubung Desa Lukun – Sungai Tohor Terendam Banjir, Ini Penyebabnya !

Foto : Ruas jalan ditutupi air setinggi lutut

Sungai Tohor – Memasuki penghujung akhir tahun, wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti memang menjadi langganan banjir di setiap ruas jalan. Salah satunya yakni Jalan penghubung antara Desa Lukun dengan Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Banjir tersebut terjadi akibat luapan air dari sekat kanal yang ada di situ. Bahkan pasca hujan turun, debit air kanal akan tinggi dan menutupi seluruh badan jalan.

Jalan tersebut tergenangi air setinggi lutut orang dewasa dan menyebabkan akses lalu lintas masyarakat terganggu. Bahkan banyak pengendara yang tidak berani melintasi genangan air di tengah jalan lantaran takut kendaraannya rusak atau kemasukan air.

Bahkan jika ada kendaraan yang nekat menerobos banjir tersebut, maka kendaraannya harus siap-siap untuk mogok.

Jalan yang dibangun sejak 2014 silam itu merupakan akses penting yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur dengan Kota Selatpanjang.

“Jalan ini merupakan akses penting bagi kami setelah tidak adanya kapal laut yang rutin singgah di pelabuhan desa. Kalau sudah begini kami jadi terkepung di kampung dan tidak bisa bepergian ke Kota Selatpanjang untuk berbelanja dan mengurus kelengkapan administrasi,” kata Ahmad salah seorang warga Desa Sungai Tohor, Rabu (14/12/22) siang.

Masyarakat di beberapa desa yang akan melewati jalan tersebut tidak ada pilihan lain. Meski begitu banjir yang tergenang di jalan tetap diterobosnya demi kepentingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Iya beginilah kondisinya, mau tidak mau harus kita lewati meskipun banjir. Kalau air sedikit masih aman dilewati tapi kalau debit airnya tinggi, harus hati-hati melewatinya,” ujarnya lagi.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rahmat Kurnia ST membenarkan kondisi tersebut. Ia menuturkan banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan kanal yang dibangun oleh pihak Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui pemerintah desa.

“Penyebab banjir di jalan tersebut akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu banjir juga diakibatkan sekat kenal yang ketika hujan turun pintu klep nya tidak dibuka sehingga air tumpah ke badan jalan. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pihak desa, setelah ini kami juga akan berkoordinasi ke Dinas Kehutanan Provinsi Riau,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. Dengan metode pelaksanaan pekerjaan yang dimulai dengan melakukan normalisasi drainase kiri dan kanan jalan dan kemudian dilakukan perbaikan base ke bentuk semula.

“Tahap pertama yang akan kami kerjakan yakni dengan melakukan pembersihan tali air menggunakan eskavator. Selanjutnya setelah kering baru kami lakukan penimbunan terhadap elevasi jalan yang rawan banjir. Perbaikan jalan ini juga berdasarkan perintah Bupati karena sejak dibangun belum pernah dilakukan perbaikan,” katanya.

“Rencana penanganan akan dilakukan pada bulan Januari tahun 2023. Adapun panjang yang akan dibenahi itu sekitar 30 Kilometer dengan anggaran yang mencapai Rp2 miliar,” ungkapnya.   (Dhilan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *