Bengkalis

Kapolda Riau Diminta Turun Tangan Usut Penyerangan Karyawan Kebun Sawit

BENGKALIS – Kasus penyerangan brutal terhadap karyawan Kerja Sama Operasional (KSO) PT Palma Agung Betuah (PAB) di wilayah kebun sawit Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, menuai sorotan tajam.

Pihak KSO PAB mendesak aparat kepolisian agar bertindak objektif dan segera menangkap seluruh pelaku penyerangan yang terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 lalu.

Direktur KSO PT PAB, Kasmin, menilai penanganan perkara oleh aparat penegak hukum terkesan tidak berimbang. Pasalnya, dua karyawan KSO PAB justru ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan PT Sinar Inti Sawit (SIS), padahal menurutnya mereka merupakan korban dari aksi penyerangan brutal tersebut.

“Kita yang jadi korban, malah kita yang dilaporkan. Mirisnya, pihak Polres Bengkalis tidak melihat peristiwa ini secara objektif dan terkesan berat sebelah. Kami diserang secara brutal di lokasi kebun ketika hendak melihat dan akan memulai program kerja. Saksinya banyak dan ada aparat juga di situ,” ujar Kasmin, Jumat, 2 Januari 2026.

Kasmin menegaskan, tindakan penyerangan itu tidak hanya menimbulkan korban luka serius, tetapi juga kerugian materil yang cukup besar. Ia menyebut, sejumlah karyawan KSO PAB mengalami luka berat akibat senjata tajam.

“Ada karyawan kami yang jarinya putus, satu lagi ditikam dari belakang dan pahanya ditebas pakai samurai. Bahkan saya sendiri ikut menjadi korban dalam kejadian itu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, rombongan KSO PAB yang datang dengan iring-iringan 13 unit mobil juga mengalami penjarahan. Sembilan unit kendaraan dirusak dan dijarah oleh para pelaku.

“Spare part mobil diambil, laptop, baju-baju karyawan, uang, sampai dokumen-dokumen penting yang ada di dalam mobil dijarah semua,” katanya.

Kasmin menyayangkan laporan pihaknya ke kepolisian dinilai tidak segera ditindaklanjuti, sementara para pelaku penyerangan disebut masih bebas berkeliaran.

“Ada apa dengan pihak kepolisian? Kami diserang di lokasi, laporan kami tidak ditindaklanjuti, dan para pelaku yang membacok anggota kami masih bebas. Penjelasan kami pun tidak didengar. Di mana keadilan untuk kami?” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, KSO PAB berharap Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dapat turun tangan dan memberikan atensi khusus agar perkara ini diusut secara tuntas dan adil.**

 

 

sumber: RIAU ONLINE

Ahmad 123

Recent Posts

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 hari ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

1 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

4 minggu ago

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

2 bulan ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

2 bulan ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

2 bulan ago