Hukum

Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Tanah, Seorang Pria di Pekanbaru Dilaporkan ke Polisi

PEKANBARU – M. Nazir (52) resmi melaporkan seorang pria bernama Pirok (68), warga Jalan Suka Karya, ke Polsek Binawidya atas dugaan tindak pidana perbuatan curang dan/atau penggelapan yang diduga terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026.

Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian sebagaimana dibuktikan dengan adanya Laporan Polisi (LP) tertanggal 1 Mei 2026.

Berdasarkan keterangan pelapor, awalnya Pirok menawarkan diri untuk membantu menjual sebidang tanah milik M. Nazir dengan menerima titipan surat tanah. Namun belakangan diketahui, sesuai pengakuan terlapor, surat tanah tersebut justru telah digadaikan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan M. Nazir.

Saat M. Nazir meminta surat tanahnya dikembalikan, Pirok disebut meminta uang sebesar Rp3 juta untuk menebus surat tersebut. Demi menghindari konflik berkepanjangan, M. Nazir kemudian memenuhi permintaan tersebut.

Namun hingga lebih dari empat bulan berlalu, surat tanah dimaksud tak kunjung dikembalikan. Bahkan, terlapor kembali meminta tambahan uang sebesar Rp1,5 juta. Kondisi tersebut akhirnya mendorong M. Nazir menempuh jalur hukum.

Tidak hanya itu, Pirok juga diketahui telah diadukan oleh Agus Salim (54), seorang developer, ke Polresta Pekanbaru pada 13 Februari 2026 atas dugaan tindak pidana penipuan dalam transaksi jual beli tanah dengan nilai kerugian mencapai Rp221 juta.

Dalam laporan tersebut, surat tanah yang diserahkan oleh teradu diketahui tidak terdaftar di Desa Rimbo Panjang maupun di Kantor Camat Tambang. Selain itu, objek tanah yang diperjualbelikan diduga merupakan milik pihak lain yang memiliki legalitas dan registrasi resmi.

Sejumlah saksi, termasuk aparatur Desa Rimbo Panjang dan pihak Kecamatan Tambang, disebut telah dimintai keterangan oleh penyelidik. Sementara itu, teradu Pirok dikabarkan telah dua kali dipanggil namun tidak hadir dan dinilai tidak kooperatif.

Advokat Agus Salim, Mardun, SH, CTA, membenarkan adanya pengaduan tersebut.

“Benar, klien kami telah membuat pengaduan ke Polresta Pekanbaru atas dugaan tindak pidana penipuan dengan nilai kerugian Rp221 juta dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Informasi terakhir, teradu tidak pernah memenuhi panggilan penyelidik. Kami juga mengetahui bahwa yang bersangkutan turut dilaporkan ke Polsek Binawidya atas dugaan perbuatan curang dan/atau penggelapan,” ujar Mardun, Kamis (22/5/2026).

Ia berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik serta seluruh pihak bersikap kooperatif.

“Kami berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan semua pihak kooperatif, sehingga teradu dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tambahnya.**

Ahmad 123

Recent Posts

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 hari ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

1 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

4 minggu ago

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

2 bulan ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

2 bulan ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

2 bulan ago