Nasional

Kesaksian Santri Saat Bangunan Ponpes Runtuh, Update Korban 86 Luka dan 1 Meninggal

JAKARTA – Muhammad Rijalul Qoib (13) mengaku bersyukur karena selamat dari ambruknya bangunan 3 lantai Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Santri asal Sampang itu menjelaskan detik-detik bangunan ambruk.

“Awalnya kan ada truk ngecor, mau ngecor yang paling atas. Nah, terus itu apa, nggak diisi setengah dulu, langsung full. Iya, pas langsung jatuh, gitu. Yang paling parah itu di (bagian) tengah,” ujar Rijalul, dilansir detikJatim, Selasa (30/9/2025).

Siswi kelas 7 MTS itu mengatakan bahwa hanya lantai pertama yang ditempati oleh para santri untuk salat asar saat ambruk. Ia menyebut saat itu ada ratusan santri.

“Banyak, ratusan orang mungkin yang mau salat. Saat itu saya dengar ada suara batu yang jatuh. Terus tambah lama, tambah banter (kencang) suaranya,” katanya.

Ketika peristiwa terjadi, Rijalul langsung berlari keluar. Nahas saat itu ia sempat tertimpa reruntuhan atap.

“Itu, saya mau lari (dari musala) ke perwuduan (untuk menyelamatkan diri usai mendengar suara batu), belum sampai. Terus apa, atap itu kena muka saya,” ungkapnya.

Ia berhasil selamat karena melewati celah untuk keluar dari ruruntuhan. Saat itu, ada orang yang turut membantunya keluar dengan menunjuk arah.

 

Update Korban: 86 Luka, 1 Meninggal

Berdasarkan data terbaru pada Senin tengah malam, 38 korban luka dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, lalu empat di RS Delta Surya, dan 45 korban lainnya dievakuasi ke RSI Siti Hajar, dengan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

“Di sini (RSUD R.T. Notopuro) 27 rawat jalan, lima pasien ini sedang opname, dua operasi, satu observasi cedera otak ringan. Kemudian dua pasien tadi dengan patah tulang ini pulang. Kemudian dua pasien observasi. Lalu satu pasien baru masuk kita putuskan amputasi lengan kiri,” terang dr Atok Irawan Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Salah satu korban yang dirawat di RSUD R.T. Notopuro, yaitu Nur Ahmad, harus menjalani amputasi karena lengan kirinya hancur tertimpa reruntuhan bangunan.

“Nur Ahmad namanya (yang diamputasi),” ungkapnya kepada awak media.

Hingga Senin tengah malam, halaman IGD RSUD R.T. Notopuro masih ramai dengan keluarga pasien yang menunggu kabar kondisi korban maupun keluarga yang baru datang untuk mengecek papan informasi pasien luka yang tengah dirawat. **

 

sumber: detiknews/suarasurabaya.net

Ahmad 123

Recent Posts

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu di Pelabuhan Internasional, Modus Koper Jadi Sasaran Pengawasan

DUMAI – Kinerja pengawasan Bea Cukai Dumai kembali membuahkan hasil dalam upaya mencegah masuknya narkotika…

5 hari ago

Semarak HUT ke-67, Pemuda Pancasila Dumai Perkuat Soliditas Lewat Turnamen Domino

DUMAI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila…

2 minggu ago

HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Dumai Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

DUMAI — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Dumai menggelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah…

2 minggu ago

Doa Ibu dari Dumai Mengiringi Prestasi Fahrel, Juara 1 Karate Kadet Putra di Cimahi

Bandung Barat – Prestasi membanggakan diraih M. Fahrel Al-Haq, putra dari Suryati yang akrab disapa…

2 minggu ago

FKPP Siapkan Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Hadad Alwi Dijadwalkan Tampil di Dumai

DUMAI — Kota Dumai bersiap menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperkirakan…

3 minggu ago

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

1 bulan ago