Rohul  

Ketua Komisi III Buka Rapat Dengar Permasalahan Buruh PBF-SERBUNDO Dengan PT Perdana Inti Sawit Perkasa

Teleskopnews.com – Ketua Komisi III Radianto Sinaga Buka Rapat Dengar Permasalahan 8 Tuntutan Buruh Pimpinan Basis Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (PBF-SERBUNDO) dengan PT Perdana Inti Sawit Perkasa, yang bertempat diruang rapat dinas dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Rokan hulu desa koto tinggi kecamatan rambah, Selasa (12/7/2022).

Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Radianto Sinaga dari fraksi PKB Rohul, Sumiartini dari fraksi PDIP Rohul, Ali Imran dari fraksi Nasdem, H. Abdul Muaz dari fraksi Gerindra, Perwakilan dari dinas ketenagakerjaan Rohul, Perwakilan dari dinas Ketenagakerjaan provinsi Riau, Perwakilan dari PT. PISP II, Korwil provinsi Riau Matius Simamora, Ketua DPC PBF-SERBUNDO Dolres Simbolon dan Rombongannya.

Ketua Komisi III Radianto Sinaga Mengatakan Hari ini Permasalahan Mogok kerja PBF-SERBUNDO kita bahas dengan duduk bersama antara kedua belah pihak dengan cara mediasi.

” Untuk hasil mediasi tersebut kami mengambil semacam kesimpulan dan rekomendasi semua yang berkepentingan ataupun Stikholder yang ada yang berhubungan dengan persoalan ini secepatnya menyelesaikan titik persoalan, tentu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” kata Radianto.

Dikatakannya lagi yang selanjutnya kita minta saudara-saudara kita yang ada diserikat itu sendiri untuk bersabar sedikit, apapun yang nanti yang menjadi rekomendasi dari pada dinas atau OPD yang terkait tentang persoalan ini perusahaan wajib mengikuti dan menjalankan karena ini sifatnya sederhana sekali.

” Kami minta pihak perusahaan apapun nanti yang menjadi hasil dari perusahaan itu tentu saya ulangi kembali sesuai dengan koridor hukum yang berlaku regulasi yang ada, perusahaan harus siap harus betul-betul mentaati keputusan rekomendasi dari pada perjanjian tersebut,” tegas Radianto.

Kemudian Ketua DPC PBF-SERBUNDO Dorles Simbolon mengatakan bahwa mereka sudah menyerahkan beberapa tuntutan dan bukti-bukti kepada komisi III.

” Untuk 8 Tuntutan kami tersebut dalam hearing hari ini disebut Normatif yang kepengawasan nya langsung dari ketenagakerjaan Riau, untuk pihak kepengawasan ketenagakerjaan Riau mereka telah menerima laporan beserta data anggota buruh yang tidak menerima bonus yang kita anggap itu adalah Diskriminasi l,” kata Dorles.

Lanjut dijelaskan Dorles bahwa hasil keputusan dari hearing ini akan keluar setelah 3 Minggu kedepan.

” Harapan kami semoga PT PISP II, yang dulu gabungan perusahaan ini berada dimanajemen Surya Dumai group ataupun sekarang di FIRS RESOURCES GROUP (FR GROUP) merealisasikan semua tuntutan kita dan membangun kerjasama yang baik dan buruh yang terutama buruh Serbundo,” ungkap Dorles.

“Apabila tidak direalisasikan tuntutan kami maka kami akan menggelar aksi kembali yakni mogok kerja,” Tutupnya. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.