Mahaiswi KKN yang Tersambar Petir, Sempat Melaksanakan Upacara HUT RI ke 77

Mahasiswi KKN Tersambar Petir

Teleskopnews.com – Mahasiswi KKN yang tersambar petir di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis sempat mengikuti upacara bendera HUT RI ke 77.

Di katakan ketua panitia KKN IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, Muhammad Farid Firdaus, mahasiswi KKN yang tersambar petir tersebut, sempat mengikuti upacara bendera dalam rangka HUT RI ke 77 di balai desa Tanjung Punak.

“Setelah mengikuti upacara bendera. Korban sempat berpamitan kepada rekan-rekannya untuk menemui keluarganya yang tengah berada di pantai Lapin,” kata Muhammad Farid Firdaus.

Muhammad Farid Firdaus yang juga merupakan sekretaris LP2M IAI Tafaqquh Fiddin Dumai tersebut tidak menyangka akan terjadinya peristiwa tersebut.

“Saya tidak menyangka ada kejadian ini, dan dapat kabar dari rekan-rekan korban,” kata Farid.

Farid menjelaskan, rekan-rekan korban yang mendengar kejadian tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian.

Pada saat kejadian, Farid sendiri tidak berada di pulau Rupat, di karenakan anaknya dalam kondisi sakit, namun ada dosen lain yang memantau kondisi mahasiswa yang tengah KKN di pulau Rupat Bengkalis.

“Dari informasi yang saya terima, mahasiswi kita yang bernama Novia Mustika dan ayah nya yang ikut menjadi korban sempat mendapat perawatan medis di klinik dokter.” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan korban seminggu yang lalu saat memantau pelaksanaan KKN di sembilan desa di pulau Rupat tersebut.

“Saat itu, almarhumah ingin mengajar mengajar tari untuk anak-anak desa tempat pelaksanaan KKN,” katanya kembali.

Dijelaskannya, Novia sendiri merupakan mahasiswi IAI Tafaqquh Fiddin Kota Dumai dengan program studi pendidikan agama Islam.

“Almarhumah juga merupakan mahasiswi yang aktif di bidang seni,” katanya.

Dari informasi yang berhasil di terima, Novia menjadi korban sambaran petir bersama dengan ayahnya yang bernama Abdul Hakim Muslim saat berada di sebuah pondok di pantau Lapin, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.

Saat kejadian kondisi cuaca tengah gerimis dan di sertai petir. Novia tidak hanya bersama ayah nya di dalam pondok, ibunya yang bernama Meldia Alfia juga berada di tempat yang sama.

Petir yang menyambar pondok tersebut merenggut nyawa Novia dan juga ayah nya yang merupakan imam Masjid Al-Mujtahidin di jalan Inpres Purnama kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Dalam kejadian naas, Meldia Alfia selamat dalam peristiwa tersebut.

Di ketahui, kedatangan imam masjid tersebut ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis bersama istrinya Meldia Alfia. Keduanya datang untuk melihat Novia yang tengah melaksanakan KKN di pulau Rupat

Kedua jenazah di bawa ke kota Dumai dengan menggunakan dua ambulance milik pemerintah Kabupaten Bengkalis. Keduanya sempat mendapatkan pertolongan medis di sana.

Korban tiba kota Dumai sekitar pukul 21.05 WIB dan di sambut rasa haru oleh ratusan pelayat. Warga dan beserta pihak keluarga telah memenuhi kediaman mereka sejak informasi di terima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.