Pendidikan

Pemprov Riau Gelar Verifikasi Faktual Bansos Pendidikan 2027 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Ria

PEKANBARU- Tim verifikasi faktual dari Pemerintah Provinsi Riau melaksanakan proses verifikasi terhadap calon penerima Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan Mahasiswa Tidak Mampu Tahun 2027 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Sebanyak 45 orang mahasiswa yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi tahap awal mengikuti tahapan ini.

Tim verifikasi tersebut merupakan gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Inspektorat, Bappeda, Dinas Sosial, dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Kegiatan ini dibuka secara resmi untuk memastikan bahwa bantuan beasiswa dari pemerintah daerah tepat sasaran bagi mahasiswa yang berada dalam garis kemiskinan.

​Novita Sari S.STP.,M.Si, perwakilan dari Biro Kesra Pemprov Riau, menjelaskan bahwa kelulusan tahap administrasi awal tidak serta merta menjamin pencairan dana bagi mahasiswa di tahun depan.

Syarat mutlak bagi mahasiswa untuk menerima bantuan ini adalah nama mereka harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada rentang desil 1 hingga 4 saat proses permohonan dan pencairan.

Mengingat data DTKS bersifat dinamis dan bergerak setiap triwulan, para peserta diimbau untuk proaktif mengecek status desil mereka secara mandiri atau melalui Dinas Sosial setempat.

Proses verifikasi ini meliputi wawancara langsung, pengumpulan kelengkapan dokumen seperti pakta integritas dan KTP asli, hingga pengecekan sampel langsung ke tempat tinggal mahasiswa.

​Kondisi ekonomi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau memang menjadi landasan utama mengapa bantuan pemerintah ini sangat krusial.

Terdapat fakta bahwa sekitar 60 hingga 70 persen dari total mahasiswa di kampus tersebut dikategorikan hidup di bawah garis kemiskinan.

Dari total penerimaan mahasiswa baru yang mencapai 6.000 hingga 6.500 orang per tahun, sebanyak 9 persen berada di Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1,Selain itu 30 persen mahasiswa berada di rentang UKT 2 dan 30 persen lainnya di UKT 3, sedangkan mahasiswa yang berada di tingkat UKT tertinggi (UKT 7) persentasenya tidak mencapai 1 persen.

​Di luar kelompok desil terendah tersebut, pihak kampus juga menyoroti nasib mahasiswa golongan menengah yang berada di kelompok UKT 3 dan 4.

Kelompok menengah ini kerap mengalami kesulitan finansial untuk biaya operasional sehari-hari, namun terhambat aturan administratif sehingga tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan token subsidi atau bantuan pemerintah.

Oleh karena itu, bansos pendidikan ini dinilai sangat vital tidak hanya bagi kemajuan akademik, tetapi juga untuk memutar roda perekonomian lokal berskala mikro di Riau, seperti warung makan dan kos-kosan.

Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sendiri saat ini memiliki populasi sekitar 25.000 mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa internasional dari Malaysia dan Thailand.

​Melalui program Bansos ini, pihak universitas menaruh harapan besar kepada para calon penerima agar bertanggung jawab secara moral dan akademik atas dana bantuan yang berasal dari tanah Riau tersebut.

Para mahasiswa dituntut untuk mempertahankan prestasi akademik mereka dengan catatan agar nilai tidak turun.

Jika mahasiswa penerima bantuan mendapatkan hasil akademik yang buruk atau gagal pada suatu mata kuliah, pihak kampus secara tegas mengarahkan mereka untuk bertanggung jawab dan mengulang kembali di semester berikutnya.

Pihak Biro Kesra juga menegaskan bahwa tidak ada batasan kuota untuk program ini selama mahasiswa memenuhi kriteria DTKS desil 1 sampai 4, mereka berhak mengajukan permohonan beasiswa.**

 

sumber: uin-suska.ac.id

Ahmad 123

Recent Posts

KTV 21 Hadir di Dumai, Usung Konsep Hiburan Aman dan “Happy Tanpa Narkoba”

DUMAI — KTV 21 resmi dibuka untuk umum pada Senin (21/9) malam. Tempat hiburan karaoke…

5 hari ago

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

4 minggu ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

4 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

4 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

1 bulan ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

1 bulan ago