JAMBI – Aparat kepolisian Polres Muaro Jambi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan burung liar yang diduga berasal dari Riau. Dua pelaku diamankan saat melintas di Jalan Lintas Timur KM 32, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, pada Rabu (29/4/2026) dini hari.
Kedua pelaku masing-masing berinisial Rdi Purwanto dan Junaidi ditangkap saat mengendarai mobil Toyota Calya bernomor polisi BM-1447-BT. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan total 446 ekor burung, dengan 91 ekor di antaranya merupakan satwa yang dilindungi.
Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, mengungkapkan bahwa selain satwa liar, petugas juga menemukan barang bukti narkotika di dalam kendaraan tersebut.
“Dalam penangkapan ini, kami mengamankan dua tersangka bersama ratusan burung berbagai jenis, termasuk satwa dilindungi. Dari penggeledahan juga ditemukan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi,” ujarnya.
Dari hasil pendataan, burung yang diamankan terdiri dari berbagai jenis, di antaranya cicak ranting, panca warna, poksay Sumatera, sepah raja, dan cicak hijau yang termasuk satwa dilindungi. Selain itu, terdapat pula jenis burung lain seperti siri-siri, teledekan gunung, merpati unggul, sogo untung, dan kepondang kuning.
Polisi mengungkapkan bahwa salah satu pelaku, Edi Purwanto, berperan sebagai sopir travel yang membawa burung-burung tersebut dari Pekanbaru dengan tujuan Lampung. Pengiriman itu diduga dilakukan atas perintah seseorang yang dikenal dengan sebutan “Bos Tom” dengan imbalan sekitar Rp3 juta
Sementara itu, narkotika ditemukan dalam penguasaan tersangka Junaidi yang disimpan di dalam tasnya. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 294,19 gram serta 192 butir pil ekstasi.
Seluruh barang bukti burung liar saat ini telah diamankan dan rencananya akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi untuk proses pelepasliaran kembali ke habitatnya.
Para tersangka dijerat dengan pasal berbeda, mulai dari Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam hingga Undang-Undang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat, termasuk pidana penjara jangka panjang.
Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik aktivitas ilegal tersebut. (*)
sumber: Beritariau.com
DUMAI - Kota Dumai kembali menunjukkan dominasinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Pada…
PEKANBARU – Proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Riau terus menunjukkan progres positif.…
ROHIL - Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil),…
PEKANBARU - Komitmen meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus diperkuat melalui rapat…
JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menerima piagam penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo…
JAKARTA - Pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi berganti. Jaksa Agung RI ST Burhanuddin…