Hukum

Ponpes Riyadhul Jannah Depok Viral Oleh Oknum Guru

Teleskopnews.com – Oknum guru Ponpes Riyadhul Jannah Depok di duga melakukan tindakan pelecehab seksual terhadap santriwatinya.

Saat ini yaysan Istana Yatim Riyadhul Jannah Beji Depok di sorot berbagai kalanga. Termasuk awak media.

Kejadian dugaan pencabulan oknum guru Ponpes Riyadhul Jannah Depok, pihak yayasan telah menyerahkan kasus tersebut ke pihak hukum.

Pengasuh Ponpes, Ahmad Riyadh Muchtar membenarkan atas laporan ke Polda Metro Jaya tersebut adalah oknum guru di pesantrennya.

Dia mengatakan, masalah yang terjadi di yayasannya telah masuk ke tahap penyelidikan Polda Metro Jaya. Polisi sudah mendatangi ponpes dan menanyakan sejumlah hal.

“Menanyakan beberapa hal dan beliau berpesan kami sedang memproses masalah ini. Selebihnya bisa di tanyakan pada penyidik Polda Metro Jaya,” ujar Ahmad, Jumat (1/7).

Kedatangan tim penyidik Polda Metro Jaya menanyakan tentang laporan dari pihak pelapor.

Pengasuh yayasan tidak mengetahui pasti kejadian karena pada saat itu sedang berada di Sumatera Barat. Dia tidak menyebut kapan penyidik datang ke ponpesnya.

“Namun menurut berita laporan dari mereka bahwasanya ini sudah terjadi tindakan pelecehan seksual,” ucap Ahmad.

“Jadi kami sangat mendukung (penyelesaian kasus), tidak ada yang saya tutupkan,” ujar Ahmad. Dia mengungkapkan, terdapat empat terlapor yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Tiga di antaranya guru namun bukan guru yang mengajarkan mengaji, sedangkan satu terlapor merupakan santri alias kakak kelas dari korban.

Kata Ahmad, dari tiga guru itu hanya satu yang masih berstatus sebagai guru di yayasannya. Dua lainnya itu hanya sebagai relawan saja.

“Tiga guru, ini yang satu masih berstatus guru dan dia baru saja tabrakan, jadi masih cuti sekitar dua bulan,” ungkap Ahmad.

Untuk dua orang yang hanya jadi relawan itu sudah tidak bekerja di yayasan. Ahmad mereka ini semacam relawan dan bertugas mengajar hadroh dan pramuka.

“Selebihnya kalau masalah kasus ini bukan wewenang saya, jadi saya tidak bisa memberikan lebih dari yang saya tidak ketahui,” ucap Ahmad.

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Guru Ponpes Riyadhul Jannah Depok

Ahmad menuturkan, berdasarkan laporan korban merupakan santri SD. Menurutnya atas pemberitaan tersebut menyisakan kesedihan pihak yayasan karena telah membangun istana yatim dengan jerih payah.

“Kalo fitnah itu terhadap diri saya pribadi, saya tidak terlalu pikirkan, tapi kalo fitnah terhadap lembaga, ini lain soal,” tutur Ahmad.

Yayasan itu di bangun selama 11 tahun namun merasa di hancurkan dengan berita dugaan pencabulan ini. Menurut dia, korban yang diduga mengalami pelecehan seksual ini adalah anak yatim.

Nah, orang tua dari anak yatim itu melaporkan salah satu guru ke polisi.

“Total santri kita yang untuk santri SD itu 12 putri, kemudian 15 putra SD dan dua putra Paud, sedangkan santri yang diduga menjadi korban sebanyak lima orang merupakan santriwati,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, Ponpes menerapkan sistem pembelajaran boarding. Sejumlah standar operasional prosedur sudah di jalankan dengan baik, mulai dari penempatan pembimbing, pemisahan kamar santri putra dan putri, hingga pemasangan CCTV.

“Selama kami tidak ada muncul yang namanya permasalah yang diadukan,” kata Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, pengurus yayasan belum berkomunikasi dengan kuasa hukum korban. Selain itu pihaknya akan mencari komunikasi dengan tiga orang terlapor karena kejadian tersebut menyangkut nama baik yayasannya

“Saya ingin membuktikan bahwa kita itu tidak menutupi kasus tersebut,” ungkap Ahmad.

Terkait dugaan kakak kelas ikut melakukan dugaan pencabulan, Ahmad menuturkan, terlapor merupakan siswa kelas 1 SMP yang berada di Bogor.

Atas kejadian tersebut pihak yayasan akan melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan.

“Kami minta laporan secara bertahap setiap hari dan setiap minggu, ini juga sudah berjalan sekitar dua minggu, kita sudah melakukan sebelum ada info kejadian ini,” ujar Ahmad.

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPC Gerindra Dumai Johannes MP Tetelepta Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

DUMAI – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta, atau yang akrab…

4 minggu ago

Ratusan Massa TUAH Dumai Sampaikan Aspirasi di Tiga Instansi, Soroti Polemik TKBM dan Desak Penyelesaian

DUMAI - Ratusan massa yang tergabung dalam Tegak Untuk Amanah dan Harga Diri (TUAH) Dumai…

4 minggu ago

Bulan Seni Rakyat Kembali Aktif sebagai Wadah Seni dan Budaya Kota Dumai

Dumai, 20 Juni 2026 – Bulan Seni Rakyat (BUSER) sebuah wadah seni dan budaya yang…

1 bulan ago

LHMB Kota Dumai Layangkan Teguran Resmi kepada Management City Mall Dumai, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

H DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai secara resmi melayangkan surat teguran…

1 bulan ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Cabai di Jalan Bintan

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Bob…

1 bulan ago

LHMB Desak PT Mayatama Solusindo Ganti Rugi Warga dan Audit Kerja Sama Provider Internet

DUMAI – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menggelar…

1 bulan ago