Riau

SF Hariyanto Ungkap Rahasia Riau Lampaui Target Makro 2025

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau sukses menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian gemilang. Di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, sejumlah indikator makro pembangunan dilaporkan melampaui target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam laporannya di Gedung Pauh Janggi, Pekanbaru, Jumat (20/2/2026), SF Hariyanto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2025 mencapai 4,79 persen. Angka ini cukup impresif mengingat target awal hanya dipatok pada kisaran 3,9 hingga 4,23 persen.

“Alhamdulillah, meski di tengah keterbatasan anggaran, ekonomi kita tumbuh melampaui target. Riau juga menyumbang 5,08 persen terhadap ekonomi nasional,” ujar SF Hariyanto.

Fokus pada Hilirisasi dan Nilai Tambah

Walaupun mencatat pertumbuhan positif, SF Hariyanto memberikan catatan kritis terkait dominasi sektor primer dan ekspor komoditas mentah. Menurutnya, tantangan Riau ke depan adalah memperkuat sektor hilirisasi agar masyarakat mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari kekayaan sumber daya alam.

“Kita harus jujur, ekonomi kita masih sangat bergantung pada sektor primer. PR besar kita adalah penciptaan nilai tambah melalui industri pengolahan agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” tambahnya.

Kualitas Lingkungan dan IPM Meningkat Tajam

Keberhasilan Riau tidak hanya terlihat dari angka ekonomi. Di sektor lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Riau menyentuh angka 74,82 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 71,85 persen.

Pencapaian ini dipicu oleh efektifnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penerapan kebijakan pembangunan rendah karbon yang mulai terintegrasi di seluruh sektor.

Selaras dengan itu, kualitas hidup masyarakat Riau juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini berada di level 76,31 persen, atau naik 0,64 poin. Kenaikan ini melampaui target kenaikan RPJMD yang sebelumnya diprediksi hanya sebesar 0,57 poin.

“Peningkatan IPM ini adalah bukti nyata bahwa akses pendidikan dan layanan kesehatan di Riau semakin membaik dan merata,” tutupnya.**

Ahmad 123

Recent Posts

Surat Konfirmasi Tak Kunjung Dijawab, Keterbukaan Informasi KSOP Dumai Jadi Sorotan

DUMAI – Keterbukaan informasi publik di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dipertanyakan. Pasalnya,…

5 hari ago

Bukan Mundur, Johannes Tarik Berkas! Surat Ujang Said Ungkap Banyak Kejanggalan di TPP KONI Dumai

DUMAI – Polemik pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai terus bergulir.…

1 minggu ago

Polsek KSKP Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Lahan 0,5 Hektare Disiapkan untuk Jagung Pipil

‎DUMAI – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Kawasan Pelabuhan…

1 minggu ago

Stakeholder Riau Sepakat Perkuat Pengawalan dan Standar Keamanan Program MBG

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,…

2 minggu ago

234 SC Gelar Baksos di Dumai, Pekanbaru dan Kampar, Dilanjutkan Konvenwil I Riau

DUMAI - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) 234 Solidarity Community (SC) bersama jajaran Dewan Pimpinan Wilayah…

2 minggu ago

Erwin Komeng Tokoh Masyarakat Lepin Berikan Apreasiasi Sebesarnya Kepada Polres Terkait Balapan Liar

DUMAI - Terkait dengan aksi balapan liar di Jalan Sudirman yang sangat meresahkan penguna jalan…

2 minggu ago