Warga Meranti Keluhkan Kenaikan Tarif Transportasi Laut Hingga 35 persen

Teleskopnews.com – Dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat, rupanya berimbas kepada tarif transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Pasalnya, masyarakat yang sudah terbiasa bepergian keluar kota menggunakan transportasi laut harus mengeluarkan biaya lebih banyak dari biasanya.

Wahyudi, salah seorang pengguna transportasi laut mengeluh akan kenaikan biaya transportasi yang sudah ikut naik akibat penyesuaian harga BBM.

“Biasanya, saya bolak balek Selatpanjang-Pekanbaru menggunakan Kapal Jelatik dengan harga 130rb per tiket. Namun sekarang sudah mencapai diharga 160rb per tiket,” keluhnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang, Capt Leonard Natal Siahaan melalui petugas Lalin Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Ade Kurniawan membenarkan adanya kenaikan tarif transportasi laut tersebut.

“Seirama dengan naiknya harga BBM ini, tentunya para pengusaha pun juga ikut menaikkan harga tarif hingga 35 persen,” kata ade, Selasa (9/9/22) pagi.

Ia juga menjelaskan, proses usulan kenaikan tarif transportasi umum sudah menjadi wewenang Pemprov Riau. Hal itu merujuk dari Peraturan Gubernur Riau nomor 659 tahun 2015 tentang angkutan laut antar kabupaten dan kota di Riau.

Adapun kenaikan tarif SB. Meranti dan SB. Naga Line tujuan Pekanbaru, dari tarif atau harga tiket lama VVIP Rp220.000 harga tiket baru atau naik menjadi Rp270.000. Untuk VIP Rp195.000 menjadi Rp245.000, sedangkan reguler Rp185.000 menjadi Rp235.000.

Kemudian, tujuan Tanjung Buton sebelumnya Rp110.000 naik menjadi Rp130.000, tarif ini sama juga pemberlakuannya untuk SB. Verando, Karunia Jaya, Four Brother, Caroline dan Andigo.

Sementara itu, untuk KM Jelatik tujuan Pekanbaru sebelumnya Rp130.000 kini naik menjadi Rp160.000. (Dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.