Hukum

Warga Rohil Pilih ‘Hukum Jalanan’ Lawan Mafia Narkoba, DPRD Riau: Puncak Amarah yang Terabaikan

PEKANBARU – Fenomena aksi main hakim sendiri yang berujung pada pembakaran rumah terduga bandar narkoba di Panipahan dan Rantau Kopar menjadi alarm keras bagi stabilitas keamanan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Anggota DPRD Riau, Dodi Syaputra menilai, rentetan aksi massa tersebut bukanlah sekadar kriminalitas biasa, melainkan manifestasi dari gunung es kekecewaan rakyat.

Dodi Syaputra, legislator daerah pemilihan (Dapil) Rohil itu mengungkapkan, peredaran narkotika di wilayahnya kini sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.

Ia menyoroti dugaan praktik jual-beli barang haram tersebut yang mulai dilakukan secara terbuka di beberapa titik, seolah menantang wibawa hukum.

Menurut Dodi, kemarahan warga yang meledak hingga membakar bangunan milik terduga pelaku narkoba adalah bentuk protes terhadap lambannya respon aparat penegak hukum (APH).

Masyarakat merasa gerah melihat peredaran narkoba yang kian masif tanpa ada tindakan nyata yang mampu memberikan efek jera.

“Saya sangat memahami dan merasakan kemarahan serta keresahan masyarakat Panipahan dan Rantau Kopar atas maraknya peredaran narkoba yang seolah dibiarkan terus menerus tanpa penanganan yang tegas,” ujar Dodi, Minggu (10/5/2026).

Ia menegaskan, rakyat sebenarnya hanya menginginkan rasa aman dan lingkungan yang bersih untuk tumbuh kembang anak cucu mereka.

Namun, ketika saluran hukum formal dianggap tidak berfungsi maksimal, rakyat cenderung mengambil alih peran tersebut untuk melindungi masa depan generasi mereka.

Dodi menekankan, isu narkoba buka sekadar masalah kriminal, melainkan ancaman eksistensial bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di Rohil.

Narkoba dianggap sebagai penghancur mimpi-mimpi besar anak muda di daerah tersebut.

“Kita menginginkan anak-anak kita kelak bisa menjadi orang besar dan menorehkan banyak prestasi. Namun narkoba adalah pengaruh buruk yang dapat merusak cita-cita kita semua,” tambahnya.

Legislator ini mendesak agar negara segera hadir secara fisik dan fungsional. Ia mewanti-wanti agar tidak ada kesan “main mata” antara oknum aparat dengan para bandar besar.

Dodi Syaputra mendesak Polri dan instansi terkait untuk membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya (the big fish), bukan hanya menangkap kurir atau pemakai di level bawah.

Transparansi proses hukum menjadi kunci utama untuk memulihkan kembali kepercayaan publik (public trust).

“Hukum jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jangan sampai ada masyarakat yang tersakiti, karena pada dasarnya rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi,” tegas Dodi.**

 

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

Ahmad 123

Recent Posts

Ketua DPC Gerindra Dumai Johannes MP Tetelepta Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

DUMAI – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, H. Johannes MP Tetelepta, atau yang akrab…

13 jam ago

Ratusan Massa TUAH Dumai Sampaikan Aspirasi di Tiga Instansi, Soroti Polemik TKBM dan Desak Penyelesaian

DUMAI - Ratusan massa yang tergabung dalam Tegak Untuk Amanah dan Harga Diri (TUAH) Dumai…

3 hari ago

Bulan Seni Rakyat Kembali Aktif sebagai Wadah Seni dan Budaya Kota Dumai

Dumai, 20 Juni 2026 – Bulan Seni Rakyat (BUSER) sebuah wadah seni dan budaya yang…

4 hari ago

LHMB Kota Dumai Layangkan Teguran Resmi kepada Management City Mall Dumai, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf kepada Masyarakat

H DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai secara resmi melayangkan surat teguran…

4 hari ago

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Cabai di Jalan Bintan

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Bob…

7 hari ago

LHMB Desak PT Mayatama Solusindo Ganti Rugi Warga dan Audit Kerja Sama Provider Internet

DUMAI – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menggelar…

1 minggu ago