Beranda Riau Bengkalis Di Siak Kecil, Seorang Guru Ngaji Cabuli Muridnya

Di Siak Kecil, Seorang Guru Ngaji Cabuli Muridnya

237
BERBAGI
Pelajar di Perkosa

Teleskopnews.com – Seorang guru ngaji di duga melakukan aksi cabul kepada muridnya. Kabar tak sedap datang dari Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Ini menjadi kabar memprihatinkan dalam dunia agama. Bukan mendapatkan ilmu agama sebagaimana mestinya, malah mendapatkan perlakukan asusila.

Kejadian ini langsung mendapatkan respon dari Polres Bengkalis. Pelaku berinisial P yang berprofesi sebagai guru ngaji berhasil di tangkap.

Tersangka P melakukan aksi dugaan cabul kepada korban yang merupakan anak muridnya masih di bawah umur (11-12 tahun) sekarang dalam pemeriksaan polisi.

Terungkapnya dugaan cabul oknum guru ngaji ini setelah tiga orangtua korban menemui sejumlah wartawan di Kabupaten Bengkalis.

Orangtua korban mengatakan, bahwa pelaku melakukan dugaan pelecehan seksual saat berada di dalam rumah usai mengajar ngaji terhadap korban sambil menunggu sholat Isya.

“Korbannya anak perempuan. Sudah berulang kali di lecehkan dari sejak akhir tahun 2019 lalu dengan di raba-raba bagian sensitif,” ujar orangtua korbam, Senin 17 Januari 2022.

Para korban melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya pada tanggal 25 Desember 2021 lalu, para orang tua sepakat lapor ke Polsek Siak Kecil, tertanggal 27 Desember 2021.

Polres Bengkalis langsung menindak lanjuti laporan itu 29 Desember 2021 lalu. Terlapor yang merupakan oknum guru ngaji langsung di amankan.

Para orangtua bersama korban di minta menemui Psikologi di Pekanbaru. “Kami berangkat tanggal 03 Januari 2022 di dampingi pihak KPAI dan pihak Kepolisian,” ceritanya.

Setelah pelaku di tangkap pihak Kepolisian pada hari Rabu 05 Januari 2022, satu hari kemudian ada sejumlah pihak tertentu meminta untuk mencabut laporan.

Akan tetapi karena menyangkut harga diri dan kehormatan keluarga, kasus tersebut harus berlanjut sesuai UU yang berlaku demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sebagai keluarga atau orang tua korban, tetap menuntut keadilan. Pelaku harus di proses hukum. Karena pelaku sudah jelas telah menghancurkan masa depan anak kami,” pungkasnya.