Beranda Riau Pelalawan DPRD Pelalawan Akhirnya Turun ke Kecamatan yang Tak Dialiri Listrik, Setelah Beberapa...

DPRD Pelalawan Akhirnya Turun ke Kecamatan yang Tak Dialiri Listrik, Setelah Beberapa Kali Didatangi Oleh Masyarakat

139
BERBAGI

Senin 19 April 2021, Komisi 3 DPRD Pelalawan menggelar Kunjungan Kerja (Kuker) ke Kecamatan Kuala Kampar. Kuker tersebut dihadiri oleh Sekretaris Komisi 3, Junaidi Purba.ST beserta staff, dan turut dihadiri Laskar Melayu Bersatu (LMB) Pelalawan, Dedi Azwandi, dan Aliansi Pemuda Desa Kubangan (APDK) Pelalawan.

Kuker Komisi 3 tersebut disambut oleh Sekretaris Camat Kuala Kampar Tengku Fauzar beserta beberapa perwakilan masyarakat, Kunjungan tersebut membahas persoalan PLN yang ada di Kuala Kampar.

“Kami tetap turun ke Kuala Kampar walaupun bukan Dapil kami, tetapi sesuai kemitraan kami Komisi 3 yakni salah satunya PLN Kabupaten Pelalawan. “Kuker ini tak terlepas pula atas dasar keprihatinan kami terhadap masyarakat Kuala Kampar yang seharusnya hari ini sudah menikmati penerangan yang memadai dari negara” Ucap Junaidi Purba.ST.

Junaidi Purba ST juga menerangkan bahwa kunjungan Komisi 3 ini atas dasar telah beberapa kali Aliansi Pemuda Desa Kubangan (APDK) melakukan audiensi baik itu ke Komisi 3 DPRD Pelalawan maupun ke PLN Pekanbaru. Pihak Kecamatan Kuala Kampar Tengku Fauzar juga menyebutkan bahwa pihak pemerintahan Kecamatan Kuala Kampar telah berupaya mencari solusi terkait permasalahan PLN Kuala Kampar “Kami senantiasa membahas persoalan PLN Kuala Kampar baik itu di dalam pemerintahan Kecamatan maupun melalu rapat koordinasi antar desa, namun sepertinya kita harus bahu membahu, dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Junaidi Purba. ST yang telah lintas dapil demi mengemban amanah”.

Pertemuan terkait PLN tersebut dua sesi, karena pihak PLN Kabupaten Pelalawan berkesempatan hadir sore hari sementara kegiatan komisi 3 masih harus berlanjut setelah siang, Kuker tersebut berujung pada Nota Kesepakatan yang akan diajukan kepada pihak PLN Pekanbaru dan PLN ULP Pelalawan, nota Kesepakatan itu berisi dengan terfokus kepada Pihak PLN Pekanbaru maupun PLN Rayon kuala kampar harus tanggap terkait mati lampu yang seolah menjadi rutinitas PLN kuala kampar.

Kedua, meminta kepada Pihak PLN Pekanbaru dan ULP Pelalawan memberikan Tenaga ahli atau teknisi untuk perbaikan pembangkit PLN kuala kampar serta memberikan pelatihan kepada Tenaga teknisi lokal.

Ketiga, meminta kepada Pihak PLN Pekanbaru dan ULP agar mengganti jaringan baik itu tiang maupun kabel yang sudah tidak layak pakai karna Jaringan tersebut berdiri sejak 1992.

Keempat, meminta kepada pihak PLN Pekanbaru dan ULP Pelalawan menggesa PLN kuala kampar 24 jam.
Kelima, melakukan penambahan Jaringan ke parit-parit stay gang, dan meminta pihak PLN Pekanbaru memberikan kejelasan dan menggesa agar 2 desa di kuala kampar yakni sungai emas dan sokoi agar segera dialiri listrik milik negara.

“Ini kita sepakati bersama dan kita akan kawal ini hingga tuntas,” tegas Dedi Azwandi, dan pada rapat sesi kedua juga dihadiri Bidang Perencanaan PLN Pekanbaru dan Kepala ULP PLN pelalawan serta turut hadir Kasub PLN Kuala Kampar, ada beberapa hal yang disanggupi dalam jangka dekat yakni terkait Perhatian terhadap PLN Kuala Kampar akan ditingkatkan dan dibentuk wadah komunikasi, terkait pembangkit yang tidak memadai akan mendapatkan perbaikan.

Kepala ULP PLN Pelalawan “Terkait Tenaga ahli dan pelatihan, ini sifatnya kita ajukan terlebih dahulu, untuk perbaikan pembangkit ini akan kita gesa terkait penambahan Jaringan ke parit-parit ini sudah masuk dalam usulan kebetulan sebulan lalu APDK Pelalawan melakukan audiensi dan Pak Zainal Abidin menyampaikan persoalan penambahan jaringan ke parit-parit tersebut”, ditambahkan pula dari Pihak PLN Pekanbaru Azwir, “Untuk sokoi sungai emas kami berkoordinasi dahulu ke Pihak SP2K PLN Pekanbaru, karna ini lintas Kabupaten, namun kami akan sesegera mungkin melakukan koordinasi”.

Salah satu perwakilan masyarakat kuala Kampar atas nama Alim menegaskan “Kami berharap ini bukan hanya pertemuan-pertemuan seperti yang telah lalu, setelah ini kami ingin realisasi solusinya, karna di nota Kesepakatan jika dalam jangka 2 bulan tidak ada progress dari Pihak PLN maka kami akan bertindak sedikit keras”.

Sempat memanas Rapat sesi kedua, Muhammad Ali Ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan menggebrak meja akibat kekecewaan nya terhadap Kasub PLN Kuala Kampar yang dianggap alpa dalam persoalan PLN di Kuala Kampar. “Jangan karna kami di ujung kami tidak diperhatikan, kebobrokan PLN di Kuala Kampar sudah tidak bisa di tolerir lagi, dan ingat masih ada 3 desa yang belum nyala di teluk meranti yakni segamai, gambut mutiara dan labuhan bilik, kami 24 jam menggunakan penerangan pribadi disaat ada banyak orang yang menikmati 24 jam listrik dari negara,” tegasnya.