BENGKALIS – Polres Bengkalis dan Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) menggelar operasi cipta kondisi dengan menyasar sejumlah tempat hiburan malam pasca-Lebaran. Dari beberapa tempat yang dirazia, sejumlah pengunjung dicek urine dan 7 di antaranya positif narkoba.
Razia yang merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan ini dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026 dini hari. Operasi dilakukan di beberapa tempat hiburan malam di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Operasi yang dipimpin langsung Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi. Sasaran operasi difokuskan pada dua lokasi tempat hiburan malam, yakni tempat karaoke di Jalan Hangtuah, Kelurahan Air Jamban, dan di Jalan Lintas Duri-Dumai KM 08, Kecamatan Bathin Solapan.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas melakukan pemeriksaan administrasi, penggeledahan barang bawaan, hingga tes urine terhadap pengelola dan pengunjung. Dari hasil pemeriksaan di lokasi pertama, petugas melakukan tes urine terhadap 9 orang, terdiri dari 5 laki-laki dan 4 perempuan.
“Hasilnya, 2 orang dinyatakan positif mengandung amfetamin,” kata Kompol Primadona, Senin (30/3/2026).
Sementara di lokasi kedua dilakukan pemeriksaan terhadap 22 orang, dengan rincian 12 laki-laki dan 10 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 orang terindikasi positif amfetamin.
“Total 7 orang dinyatakan positif dari hasil rangkaian razia di dua lokasi tersebut,” imbuhnya.
Mereka yang positif narkoba diamankan ke Polsek Mandau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Reskrim. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik dan pengelola tempat hiburan malam yang menjadi lokasi kegiatan.
Kapolsek Mandau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di tempat-tempat hiburan malam yang dinilai rawan.
“Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan rasa aman serta kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujarnya.**
sumber: detikcom











