Beranda Ekonomi Segera Laporkan Penimbun Minyak Goreng ke Polisi

Segera Laporkan Penimbun Minyak Goreng ke Polisi

93
BERBAGI
Laporkan Penimbun Minyak Goreng Murah

Teleskopnews.com – Polisi minta seluruh warga di Indonesia laporkan penimbun minyak goreng subsidi dari pemerintah yang saat ini sedang berjalan.

Pelaku penimbun minyak goreng subsidi merupakan kejahatan luar biasa. Subsidi minyak goreng yang di berikan pemerintah untuk kebutuhan orang banyak.

Melansir detikcom, sejumlah minimarket di kawasan Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan mengalami kelangkaan minyak goreng.

Puncaknya adalah usai pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter. Kabar ini langsung di respon Bareskrim Polri.

Bareskrim Polri melalui Satgas Pangan meminta agar masyarakat melapor ke polisi apabila menemukan dugaan penimbunan minyak goreng di wilayahnya.

“Silakan laporkan ke kepolisian setempat,” ujar Wakasatgas Pangan Brigjen Whisnu Hermawan saat di mintai konfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Whisnu turut menyampaikan hasil temuan Satgas Pangan Pusat dan Satgas Pangan Daerah mengenai stok minyak goreng dan gula pasir di lapangan.

Dia mengatakan ketersediaan minyak goreng di retail modern aman, setidaknya sampai 2 minggu ke depan masih dalam kondisi terkendali.

“Bahwa ketersediaan di jaringan retail modern, aman sampai dengan 2 minggu ke depan. Pada retail modern, khususnya di pulau Jawa,” tuturnya.

Kemudian, Whisnu menyampaikan tidak ada minyak goreng yang harganya di atas HET atau Rp 14 ribu per liter di retail modern.

Pihaknya meminta, apabila warga menemukan aksi borong atau dugaan penimbunan minyak goreng, maka segera melapor ke polisi.

“Tidak ada kekosongan stok, antrean panjang, aksi borong dan dugaan penimbunan. Bila masyarakat menemukan laporkan kepada kami,” terang Whisnu.

Persediaan minyak goreng di sejumlah minimarket mulai langka. Hal ini imbas dari penetapan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter oleh pemerintah.

Berdasarkan pernyataan dari karyawan Indomaret di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, minyak goreng langsung ludes di borong pembeli begitu stok tersedia.

“Kemarin itu minyak datang 100 karton, cuma ya gitu sehari langsung habis. Hari ini minyak tidak ada di list barang datang,” kata salah satu karyawan.