Beranda Nasional Sempat Terjadi Ketegangan, Raihan Ariatama Nahkodai PB HMI

Sempat Terjadi Ketegangan, Raihan Ariatama Nahkodai PB HMI

85
BERBAGI
Raihan Ariatama (28) terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023 dalam pleno pemilihan ketua umum Kongres XXXI HMI di Gedung Islamic Center Surabaya, Kamis (25/3/2021). Foto/Antara/Willy Irawan

SURABAYA – Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akhirnya memiliki ketua umum yang baru. Raihan Ariatama (28) terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023 dalam pleno pemilihan ketua umum Kongres XXXI HMI di Gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021).

Raihan yang diusung oleh Pengurus Cabang HMI Bulaksumur Sleman, Yogyakarta memperoleh sebanyak 82 suara. Disusul Muhammad Ichya Alimudin dari Cabang Ciputat 40 suara dan Abdul Rabbi Syahrir dari Cabang Bogor 34 suara.

Selanjutnya Muhammad Arimin dari Cabang Kutai Kertanegara 32 suara, dan Muhammad Nur Aris Shoim dari Cabang Yogyakarta memperoleh 13 suara. Sementara satu suara dinyatakan hangus.

Sempat terjadi ketegangan di antara peserta kongres begitu penghitungan suara selesai dilaksanakan, terutama di luar gedung. Shalawat pun bergema untuk mendingingkan suasana. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab ketegangan.

Setelah sempat berhenti, sidang pleno dilanjutkan dengan agenda penetapan Raihan Ariyatama sebagai Ketum PB HMI periode 2021-2023.

Dilansir Sindonews.com, Kongres XXXI HMI dibuka pada 17 Maret 2021 lalu. Kongres dijadwalkan berakhir pada Senin 22 Maret 2021. Namun, kongres berlangsung molor karena perselisihan pandangan dan alotnya pembahasan. Bahkan, kericuhan sempat terjadi di arena kongres pada Selasa 23 Maret 2021 malam.

Diketahui, Raihan merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Beberapa hari lalu kepada wartawan Raihan mengatakan bahwa akan membawa HMI sebagai organisasi pengaderan sekaligus penyambung kepentingan rakyat.

Menurut dia, HMI bisa menjadi mitra pemerintah tapi juga bisa menjadi oposisi. Tergantung pada sejauh mana keberpihakan pemerintah kepada rakyat.

“Bagi saya HMI harus jadi mitra strategis pemerintah. Pada program pemerintah yang baik HMI harus terlibat. Kalau ada yang bertentangan HMI bisa menjadi oposisi,” kata Raihan di Surabaya, Jumat (19/3).

“HMI bukan kelompok penekan atau kepentingan. Jadi di tengah. HMI bisa jembatani masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.