Riau  

TPID Riau dan BUMD Pangan Atur Strategi Tekan Inflasi Jelang Ramadan

PEKANBARU– Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama Badan Usaha Milik Daerah PT Riau Pangan Bertuah terus mengintensifkan upaya pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan menggelar operasi pasar murah di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tingkat konsumen, sekaligus memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di masyarakat.

“Intervensi pasar ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya pada periode peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan IdulFitri. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pada pekan kedua Februari 2026, TPID Provinsi Riau menjadwalkan pelaksanaan operasi pasar murah di lima lokasi di Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara bergilir mulai Senin hingga Jumat. Operasi pasar murah akan dimulai pada Senin, (9/2/2026), yang dipusatkan di halaman Kantor Lurah Air Dingin, Kecamatan Bukitraya.

Selanjutnya, pada Selasa (10/2/2026) kegiatan serupa digelar di halaman SMP Negeri 6 Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai. Pada Rabu, 11 Februari 2026, operasi pasar murah dilaksanakan di depan SMP Negeri 30 Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.

Sementara itu, pada Kamis, (12/2/2026), operasi pasar murah akan berlangsung di halaman Kantor Lurah Rintis, Kecamatan Lima Puluh. Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat, (13/2/2026), yang dipusatkan di halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim.

Seluruh kegiatan operasi pasar murah dijadwalkan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk datang sesuai jadwal, mengantre secara tertib, serta membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan kantong plastik.

Dalam operasi pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar. Untuk komoditas beras, tersedia beras SPHP dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.S

elain itu, beras Anak Daro dan beras Sokan masing-masing dibanderol Rp162.000 per kemasan 10 kilogram atau Rp81.000 per kemasan 5 kilogram.

Komoditas gula pasir dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng tersedia dalam beberapa merek, di antaranya minyak Salvaco seharga Rp21.000 per liter, minyak Palmco Rp16.000 per bungkus, serta Minyakita Rp15.500 per bungkus.

Selain itu, tersedia pula garam Krista dengan harga Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, serta tepung tapioka Rp8.000 per bungkus.

“Sementara untuk komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kentang, harga menyesuaikan dengan harga petani. Harga telur ayam ditetapkan secara dinamis mengikuti perkembangan pasar,” ungkapnya.

Pemprov Riau berharap pelaksanaan operasi pasar murah ini dapat membantu menekan laju inflasi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya IdulFitri.**

sumber: Bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *