JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), atau KB Bank, menyalurkan fasilitas kredit senilai Rp80 miliar kepada PT Paramarta Rolas Jaya (PRJ) untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perusahaan, termasuk penguatan struktur pendanaan dan modal kerja.
Ada pun pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan dan operasional pusat perbelanjaan Citimall Dumai, Riau, yang dikelola PRJ. Kehadiran pusat perbelanjaan ini dinilai berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan pertumbuhan kawasan di Kota Dumai.
Sebagai informasi, PT Paramarta Rolas Jaya merupakan bagian dari grup NWP Property, pengembang properti komersial yang merupakan perusahaan patungan antara PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dan Warburg Pincus.
Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi mengatakan, penyaluran kredit ini merupakan bagian dari upaya bank dalam menyediakan pembiayaan bagi sektor riil.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan strategis nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Kami melihat kerja sama ini tidak hanya memperkuat kemitraan dengan NWP Property, tetapi juga mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek sektor properti komersial sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Paramarta Rolas Jaya, Teges Prita Soraya menyebut fasilitas pembiayaan tersebut mencerminkan kerja sama yang berkelanjutan antara perusahaan dengan sektor perbankan.
“Fasilitas ini menunjukkan sinergi antara sektor real estate komersial dan industri perbankan di Indonesia,” katanya.
Penyaluran kredit tersebut turut mencerminkan hubungan kerja sama yang berkelanjutan antara KB Bank dan grup NWP Property dalam mendukung pengembangan sektor properti komersial.
NWP Property yang berdiri pada 2015 merupakan pengembang dan pengelola properti dengan portofolio pusat perbelanjaan, perhotelan, dan logistik di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan ini terus memperluas portofolionya seiring pertumbuhan urbanisasi dan konsumsi domestik.**
sumber: Investor.id











