Badai kali ini diperkirakan mencapai G3 yang levelnya kuat. Radiasi matahari di S3 juga kuat, yang menyebabkan pemadaman radio level kuat.
“Sejauh ini orientasi medan magnet telah kebalikan dari apa yang diperlukan untuk menyebabkan badai terkuat.” ujar NOAA dalam laporannya.
Matahari adalah bola besar gas yang terbakar dan semburan matahari adalah ledakan seperti lingkaran di permukaan. Suar matahari sering terjadi bersamaan dengan coronal mass ejections (CMEs), di mana sepotong matahari terlepas dari atmosfernya.
Ketika ada lontaran massa koronal, partikel berenergi tinggi dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 1.000 mil per detik.
“Suar matahari kali ini di sebabkan oleh dua CME pada hari Selasa dan di lewati oleh beberapa pesawat ruang angkasa NASA dan ada juga dua CME akibat semburan matahari pada hari Minggu.” kata NASA dalam pernyataannya.
DUMAI – Polemik tukar guling atau ruislag aset SDN 001 Lubuk Gaung milik Pemerintah Kota…
DUMAI — Wacana pencalonan anggota DPRD Kota Dumai sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)…
DUMAI — Beragam tanggapan muncul pasca pemberitaan mengenai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2…
DUMAI — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 13, Kelurahan Buluh Kasab, Kecamatan Dumai Timur,…
DUMAI – Di balik wajah Kota Dumai yang bersih dan nyaman, terdapat dedikasi para petugas…
DUMAI – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Bergizi yang dicanangkan pemerintah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai…