Badai kali ini diperkirakan mencapai G3 yang levelnya kuat. Radiasi matahari di S3 juga kuat, yang menyebabkan pemadaman radio level kuat.
“Sejauh ini orientasi medan magnet telah kebalikan dari apa yang diperlukan untuk menyebabkan badai terkuat.” ujar NOAA dalam laporannya.
Matahari adalah bola besar gas yang terbakar dan semburan matahari adalah ledakan seperti lingkaran di permukaan. Suar matahari sering terjadi bersamaan dengan coronal mass ejections (CMEs), di mana sepotong matahari terlepas dari atmosfernya.
Ketika ada lontaran massa koronal, partikel berenergi tinggi dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 1.000 mil per detik.
“Suar matahari kali ini di sebabkan oleh dua CME pada hari Selasa dan di lewati oleh beberapa pesawat ruang angkasa NASA dan ada juga dua CME akibat semburan matahari pada hari Minggu.” kata NASA dalam pernyataannya.
PEKANBARU – Aksi penolakan relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) masih berlanjut. Hingga Rabu (15/4/2026),…
PEKANBARU - RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil menangani kasus medis langka yang dikenal sebagai…
DUMAI — Pemerintah Kota Dumai kembali lakukan bongkar pasang jabatan di sejumlah OPD, kelurahan dan…
PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau memusnahkan barang hasil penindakan…
JAKARTA - KPK menjerat ajudan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Marjani (MJN), sebagai tersangka kasus…
JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bergerak cepat memantau penanganan kasus tragis…