Bisnis

Kebocoran Pipa Gas TGI Riau Ganggu Produksi Migas Nasional

JAKARTA – Kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di wilayah Indragiri Hilir, Riau, yang terjadi pada Jumat (2/1/2026), berdampak langsung terhadap produksi minyak nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan insiden ini mengancam target produksi tahunan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi timnya sedang menangani keadaan darurat tersebut. Ia bahkan berencana turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan.

“Di wilayah Indragiri Hilir ini harus cepat kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional,” kata Laode di Kompleks BPH Migas, Senin (5/1/2026).

Meskipun angka pasti kehilangan produksi masih menunggu rilis resmi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Laode menegaskan dampaknya signifikan, terutama di awal tahun. Pemulihan dianggap harus segera dilakukan untuk menjaga agar proyeksi produksi akhir tahun tetap pada target 610 ribu barel per hari (bph).

“Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu bph. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung,” ujarnya.

Dampak kebocoran pipa ini langsung terasa di operasi lapangan minyak Rokan (ROKAN). Pipa TGI merupakan penyuplai gas untuk pembangkit listrik yang menggerakkan operasional berbagai fasilitas produksi di wilayah tersebut.

“TGI ini mensuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di ROKAN. Jadi banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini. Ini harus segera kita selesaikan,” jelas Laode.

Adapun, kebocoran pipa gas di jalur Grissik–Duri, Indragiri Hilir, dilaporkan PT TGI pada Jumat (2/1/2026) petang. Api berhasil dipadamkan Sabtu (3/1/2026) dini hari, setelah katup (valve) ditutup.

Corporate Secretary TGI Emil Ismail menyatakan prioritas adalah pengamanan lokasi, keselamatan warga, dan pemulihan operasi sesuai prosedur HSSE. Tidak ada korban jiwa, delapan warga dengan luka bakar ringan telah dirawat dan pulang.

TGI berkomitmen menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.**

 

 

sumber: tirto.id

Ahmad 123

Recent Posts

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Cabai di Jalan Bintan

DUMAI – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi, Bripka Bob…

1 hari ago

LHMB Desak PT Mayatama Solusindo Ganti Rugi Warga dan Audit Kerja Sama Provider Internet

DUMAI – Ratusan massa yang tergabung dalam Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menggelar…

3 hari ago

LHMB Kota Dumai Tolak Hasil RDP DPRD dengan Provider Internet, Nilai Tidak Berpihak kepada Masyarakat

DUMAI – Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai menyatakan menolak hasil kesepakatan yang lahir…

4 hari ago

LHMB Dumai Ajak Masyarakat Dukung Penertiban Kabel Internet Demi Kota yang Lebih Tertata

DUMAI – Panglima Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai, Wan Ade Syahputra, menyampaikan himbauan…

5 hari ago

Tingkatkan Wawasan K3, Mahasiswa KKN FK UNRI Kunjungi PT Bumi Karyatama Raharja

DUMAI – Dalam rangka pelaksanaan program KKN Berdampak Tahun 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

1 minggu ago

Bhabinkamtibmas Laksamana Lakukan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi, Fokus Budidaya Cabai

DUMAI – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Laksamana, Aipda Anwar Dedi,…

1 minggu ago